Serapan Anggaran OPD Badung 2025 Capai 75–90 Persen, DPRD Soroti Efisiensi dan Kekurangan SDM

Komisi I DPRD Badung berfoto bersama usai rapat kerja bersama 11 OPD bahas LKPJ 2025, Kamis (9/4/2026).
Komisi I DPRD Badung berfoto bersama usai rapat kerja bersama 11 OPD bahas LKPJ 2025, Kamis (9/4/2026). (Foto: Humas DPRD Badung)

BADUNG,MENITINI.COM – Komisi I DPRD Badung mulai menyorot kinerja serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025. Dari hasil rapat kerja bersama 11 OPD, terungkap rata-rata serapan anggaran berada di kisaran 75 hingga 90 persen.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, I Gusti Lanang Umbara, pada Kamis (9/4) itu menilai capaian tersebut tergolong positif, meski belum menyentuh angka maksimal.

“Rata-rata serapan anggaran OPD sudah cukup baik, apalagi di tengah berbagai penyesuaian kebijakan sepanjang tahun,” ujar Umbara.

Meski demikian, DPRD tetap memberi catatan. Serapan yang belum optimal dinilai dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun, serta proses peralihan tenaga kontrak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Umbara menegaskan, kendati serapan tidak mencapai 100 persen, program-program untuk masyarakat dipastikan tetap terealisasi. “Tidak ada serapan yang tidak tercapai untuk kepentingan masyarakat. Program untuk masyarakat sudah berjalan,” tegasnya.

BACA JUGA:  DPR Dukung Desakan Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Dalam rapat tersebut, Komisi I turut mengevaluasi kinerja 11 OPD, di antaranya BKPSDM, DPMPTSP, Bappeda, BPKAD, BPBD, hingga Satpol PP dan Dukcapil Badung.

Selain soal serapan anggaran, DPRD juga menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas belanja daerah. Dewan mendorong OPD agar lebih optimal dalam memaksimalkan anggaran, terutama untuk peningkatan pelayanan publik dan penguatan sarana prasarana.

Beberapa kebutuhan yang disorot antara lain penambahan fasilitas kantor, armada operasional seperti truk sampah, serta kendaraan patroli Satpol PP guna menunjang ketertiban umum.

Isu kekurangan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian serius. DPRD menilai keterbatasan SDM turut memengaruhi efektivitas penyerapan anggaran dan kinerja layanan publik, terutama di Badung sebagai daerah pariwisata utama Bali.

Untuk itu, DPRD mendorong BKPSDM lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar Badung mendapat kebijakan khusus dalam pengangkatan pegawai.

BACA JUGA:  Puan Maharani Soroti 693 Bencana Awal 2026, Desak Penanganan Sistematis dan Antisipatif

“Kebutuhan SDM di Badung sangat kompleks. Kita menjaga pariwisata dan keamanan, ini perlu SDM yang cukup dan mumpuni,” kata Umbara.

Di sisi lain, evaluasi juga diarahkan pada kinerja BPBD dalam penanganan bencana yang dinilai masih perlu penyempurnaan, khususnya terkait cakupan bantuan bagi masyarakat, termasuk sektor pertanian.

Sementara itu, BPKAD didorong mengoptimalkan pengelolaan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga ke depan kapasitas fiskal daerah dapat semakin kuat dan berdampak pada peningkatan kualitas belanja serta serapan anggaran. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Ilustrasi wasit

FIFA Umumkan Daftar Wasit Piala Dunia 2026

JAKARTA,MENITINI.COM – FIFA resmi merilis daftar perangkat pertandingan untuk ajang Piala Dunia FIFA 2026, yang akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Sebanyak

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Wiradarma, Sp.PD

Mengenal Bahaya Kolesterol Tinggi

DENPASAR,MENITINI.COM – Kolesterol merupakan komponen lemak yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam kondisi yang sesuai. Kolesterol memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai bahan pembentuk hormon

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top