Sekjen, Ketua SC dan Rombongan Tinjau Lokasi Kongres V PDIP di Bali

Hasto Kristiyanto (tengah) Wayan Koster dan Djarot foto bareng usai tinjau lokasi kongres di Inna Grand Bali Beach

PENGEMBIRA DITEMPATKAN di PANTAI MATAHARI TERBIT

DENPASAR, MENITINI.COM Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua Steering Committee (SC) dan rombongan Jumat, (2/7/2019) meninjau lokasi Kongres V PDIP yang dilaksanakan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, pada 8-10 Agustus mendatang.  Hasto Kristiyanto menegaskan, selain sebagai peristiwa politik, kongres V PDIP juga peristiwa kebudayaan demi membangun nation and character building.

Untuk itu, akan banyak pentas seni yang akan ditampilkan saat kongres nanti. “Sudah ada beberapa yang mengajukan pendaftaran, seperti seniman dari Banyuwangi, Yogyakarta, NTT, dan Jawa Barat. Warna kebudayaan akan menonjol dalam perhelatan kongres,” kata Hasto usai mendengarkan laporan panitia pelaksana (Organizing Committee/OC) Kongres di Kantor DPD PDIP provinsi Bali, Jumat, (2/8).

Selain bertemu panitia Kongres, Hasto bersama rombongan DPP PDI melaksanakan peninjauan lapangan terkait kesiapan Kongres tersebut. Hasto didampingi Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang juga Ketua Steering Commitee (SC), Wakil Bendahara Rudianto Tjen, Wasekjen PDIP sekaligus Sekretaris SC Utut Adianto, serta Kepala BSPN PDIP Arif Wibowo. Sementara tim OC dipimpin Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster yang membawa puluhan koordinator pelaksana.

BACA JUGA:  Jokowi-Ma'ruf Amin Rapat Berdua, Salah Satu Agenda, Pergantian Kabinet

 Di luar itu, PDIP juga menjaga suasana kerakyatan di kongres dengan hadirnya unsur penggembira dari seluruh Indonesia. Hingga saat ini yang mendaftar sudah mencapai 15 ribuan orang. Menurut Hasto, para penggembira ini tak boleh diremehkan. Saat masih berada di era Orde Baru, dimana peserta kegiatan politik harus mendapat izin dari pejabat keamanan, penggembira menjadi mekanisme bagi arus bawah PDIP untuk terus terlibat dalam kegiatan partai.

Para penggembira itu akan ditempatkan di Pantai Matahari Terbit yang akan dibanjiri dengan jajanan rakyat yang dikerahkan oleh panitia. “DPP PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih ke masyarakat Bali. Kami mohon maaf sebelumnya, ketika dalam pelaksanaan, karena puluhan ribu orang yang datang, akan banyak mewarnai keseharian masyarakat Bali,” ujar Hasto

Sementara Ketua SC Kongres Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kemeriahan bendera dan baliho partai sudah tampak di wilayah Sanur hingga Badung. Panitia sudah melaporkan bahwa sudah disiapkan transportasi serta akomodasi di 10 hotel. Ada satu kekhasan dari kongres kali ini. Yakni, sebagai komitmennya untuk lingkungan hidup, maka penggunaan plastik sekali pakai dicegah sejak awal. “Tak boleh mengunakan plastik. Karena itulah sebenarnya budaya kita. Budaya merawat dan melestarikan lingkungan. Meskipun ini ajang besar, kita takkan tinggalkan sampah plastik,” kata Djarot.

BACA JUGA:  Dukung Rekonsiliasi Pasca-Pilpres, Mardani : Hastag #2019gantipresiden Sudah Tutup Buku

Ketua OC Kongres I Wayan Koster mengatakan pihaknya tak menggunakan dekorasi berbahan stereoform dan gelas berbahan plastik sekali pakai. Maka setiap peserta kongres akan disediakan sebuah tumbler yang bisa diisi ulang. Akan disiapkan lebih dari 50 titik galon air untuk para peserta. “Semua bahan dekorasi menggunakan bahan alami, tak ada stereoform. Tapi dari janur. Justru jauh lebih hidup. Jadi betul-betul ramah lingkungan. Semua hotel di Bali juga sudah begitu. No plastic,” tegas koster.

Hasto mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan serta melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Menurut dia, OC Kongres V sudah menunjukkan kesiapannya yang baik. “Dari pengecekan, segala sesuatunya sudah dipersiapkan baik,” katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, untuk acara pembukaan kongres, telah disiapkaan tempat bagi 2200-an peserta. Selain para pengurus partai, juga hadir para pejabat negara dari tingkat presiden hingga pejabat negara lainnya, serta para petinggi partai politik boy/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*