logo-menitini

Rutin Bermain Tenis Disebut Bisa Tambah Harapan Hidup hingga Hampir 10 Tahun

Olahraga tenis tak hanya populer sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan jika dilakukan secara rutin.
Olahraga tenis tak hanya populer sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan jika dilakukan secara rutin. (Foto: Istimewa)

Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov yang akrab disapa Dimas, menilai tenis memiliki keunggulan sebagai olahraga yang menyentuh banyak aspek kesehatan sekaligus.

“Bermain tenis lebih dari sekadar berolahraga dan bersenang-senang. Kombinasi aktivitas fisik yang intens, keterlibatan kognitif, dan aspek sosial menjadikan tenis bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari gaya hidup sehat yang juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit paling mematikan, seperti penyakit jantung,” ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya.

Secara global, tenis tetap menjadi salah satu olahraga paling diminati dengan jumlah pemain yang terus bertumbuh, termasuk di kawasan Asia. Di Indonesia, tren bermain tenis juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup aktif dan sehat.

BACA JUGA:  Layanan Kesehatan Mental Digital Dinilai Jadi Solusi Akses dan Stigma di Indonesia

Melihat tren tersebut, Liga.Tennis berkomitmen memperluas akses bermain tenis agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Sejumlah program dirancang agar olahraga ini mudah diakses tanpa batasan usia maupun tingkat kemampuan bermain.

Salah satunya melalui program Junior Academy yang menyasar anak-anak usia 5–12 tahun. Program ini membagi pembelajaran tenis ke dalam empat tingkat kemampuan dengan pendekatan inklusif, tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan kebiasaan aktif jangka panjang sejak usia dini.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>