logo-menitini

RSU Bhakti Rahayu Denpasar Gelar Simulasi Kebakaran dan Evakuasi, Libatkan Seluruh Karyawan

Simulasi kebakaran dan evakuasi di RSU Bhakti Rahayu Denpasar, Sabtu (28/2/2026). Petugas mengevakuasi pasien menggunakan kursi roda dan brankar menuju titik kumpul sesuai prosedur Code Red, sekaligus melatih kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Simulasi kebakaran dan evakuasi di RSU Bhakti Rahayu Denpasar, Sabtu (28/2/2026). Petugas mengevakuasi pasien menggunakan kursi roda dan brankar menuju titik kumpul sesuai prosedur Code Red, sekaligus melatih kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. (Foto: M-011)

DENPASAR,MENITINI.COM – RSU Bhakti Rahayu Denpasar menggelar simulasi bencana kebakaran dan teknik evakuasi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSU Bhakti Rahayu Denpasar, dr. I.K.G. Wirantaja, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus membiasakan seluruh karyawan agar sigap terhadap berbagai kemungkinan bencana, khususnya kebakaran.

“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan simulasi bencana, simulasi disaster. Bencana yang kami pilih yaitu bencana kebakaran dan teknik evakuasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, rumah sakit menerapkan dua Standar Prosedur Operasional (SPO), yakni SPO Code Red dan SPO Code Blue. Melalui SPO Code Red, seluruh tim dilatih memahami alur evakuasi, teknik pemindahan pasien, jalur evakuasi di masing-masing unit, hingga penentuan titik kumpul.
Setiap petugas menjalankan peran sesuai tugas dan tanggung jawabnya, yang ditandai dengan penggunaan helm khusus. Setibanya di titik kumpul, masing-masing petugas melaporkan tindakan yang telah dilakukan selama proses evakuasi.

BACA JUGA:  SMSI Denpasar Dorong Solusi Terintegrasi Atasi Kemacetan Kota

 

Praktek cara memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam rangkaian simulasi kebakaran, Sabtu (28/2/2026). (Foto: M-011)

Selain simulasi evakuasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelatihan pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para karyawan diberikan praktik langsung cara menggunakan APAR agar mampu melakukan penanganan awal jika terjadi kebakaran.

Menurut dr. Wirantaja, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Hal tersebut bertujuan agar seluruh karyawan terbiasa menjalankan prosedur yang telah ditetapkan dalam SPO, sehingga keselamatan pasien, keluarga pasien, karyawan, dan seluruh penghuni rumah sakit dapat terjaga.

BACA JUGA:  Polda Bali Dalami Teror di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, Pelaku Belum Teridentifikasi

Ia berharap simulasi ini memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh tenaga kesehatan maupun staf pendukung di lingkungan rumah sakit.

“Tujuannya untuk keamanan kita bersama, keamanan pasien, keluarga pasien, keamanan karyawan, dan semua penghuni rumah sakit,” tutupnya. (M-011)

 

Editor: Daton

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>