AMBON, MENITINI.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan 2.403 personel gabungan untuk memastikan keamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah tersebut.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S H., S.I.K., M.SI mengatakan, ribuan personel gabungan itu ditugaskan melalui Operasi Lilin Salawaku 2025 yang akan digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Personel gabungan yang dikerahkan untuk pengamanan Nataru sebanyak 2.403 personel,” ujar Kapolda Maluku, kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).
Personel sebanyak itu terdiri dari anggota Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon dan jajarannya sebanyak 1.606 personel dan ditambah dengan instansi terkait lainnya sebanyak 797 personel.
Mereka akan mengamankan 676 objek lokasi pengamanan. Terdiri dari gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, dan lokasi perayaan pergantian tahun baru.
Polda Maluku juga akan menyiapkan 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan 8 pos terpadu di berbagai lokasi di wilayah Maluku.
“Jadi tugas kita bersama-sama untuk menjamin bahwa kegiatan masyarakat menjelang dan sesudah Nataru dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” sebut Kapolda Maluku.
Dua bintang dipundaknya itu mengatakan, aktivitas masyarakat berjalan aman saat Nataru, artinya mereka tidak terganggu dengan gangguan kamtibmas.
Masyarakat merasa nyaman karena mereka merasa tenang dan damai dalam beraktivitas.
“Nanti sebelum perayaan Natal tanggal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kita akan melaksanakan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan bekerja sama dengan semua pihak yakni Polri, TNI dan pemerintah daerah,” kata Kapolda.
Menurutnya, patroli rutin yang dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan perayaan Nataru berjalan aman, lancar dan kondusif. Ia memastikan semua gereja dapat diamankan tanpa terkecuali.
“Tidak ada rumah ibadah pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru itu yang tidak dijaga atau diamankan. Metode pengamanannya kita bisa libatkan Pamswakarsa, tapi tidak ada tempat ibadah (gereja) yang tidak dijaga,” ucap Kapolda.
Kapolda juga menyoroti terkait pergerakan masyarakat menjelang dan sesudah Nataru. Menurutnya, Maluku lebih dominan menggunakan transportasi laut. Sehingga transportasi laut menjadi perhatian.
“Kita harus melakukan pencegahan (kecelakaan laut) mulai dari bagaimana kita mengecek fasilitas-fasilitas keamanan dan keselamatan hingga proses berjalannya di laut, Apabila terjadi kecelakaan, Kapolda juga berharap dapat cepat direspons,” tutupKapolda. (M-009)
- Editor: Daton









