DENPASAR,MENITINI.COM – Program perumahan pemerintah di Bali terus menunjukkan perkembangan positif. Gubernur Bali Wayan Koster menilai berbagai program pemerintah pusat telah membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
“Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster dalam Rapat Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Bali yang diikuti secara virtual, Kamis (1/10/2026).
Koster juga menekankan pentingnya percepatan program bedah rumah untuk membantu menyelesaikan persoalan hunian masyarakat di Bali.
Kepala Balai PKP Nusa Tenggara I Lilik Lastantyo Adiarso menyampaikan, dukungan Pemprov Bali turut mendorong percepatan program perumahan. Bantuan perumahan di Bali meningkat signifikan, dari 31 unit pada 2025 menjadi target 4.184 unit pada 2026.
Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Sementara realisasi Surat Keputusan (SK) penerima bantuan mencapai 1.410 unit. Pemerintah masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mempercepat pelaksanaan agar target dapat tercapai.
Selain bedah rumah, pemerintah membangun satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni. Rusun tersebut memiliki 60 unit tipe 36.
Untuk program FLPP atau rumah subsidi, Bali mendapat target 1.114 unit pada 2026. Sementara penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai 99,9 persen dengan nilai sekitar Rp1,003 triliun.

