Program ‘Magang di Rumah Rakyat’ Resmi Ditutup

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat kegiatan penutupan program ‘Magang di Rumah Rakyat’ di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Kamis (23/12/2021).
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat kegiatan penutupan program ‘Magang di Rumah Rakyat’ di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Kamis (23/12/2021). (Foto: Menitini/Parlementaia/ Oji/Man)

JAKARTA,MENITINI.COM-Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menyampaikan apresiasi kepada 185 peserta magang yang telah mengikuti Program ‘Magang Di Rumah Rakyat’ selama 4 (empat) bulan lebih di Gedung DPR RI.

Melalui kegiatan ini, Iskandar berharap peserta dapat mengasah keterampilan atau kompetensi leadership, collaboration skill, critical thinking dan lain sebagainya.

“Di mana keterampilan dan kompetensi ini diperlukan untuk mendukung peran pemuda sebagai agen perubahan, agen pembangunan dan juga agen pembaharuan,” ungkapnya saat menutup Program ‘Magang di Rumah Rakyat’, di Ruang KK II, Gedung Nusantara, Jumat (23/12/2022) seperti dikutip Parmenetaria.

Indra menjelaskan program ‘Magang di Rumah Rakyat’ DPR RI merupakan bagian dari Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program ini, katanya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dunia kerja yang selama ini mungkin hanya ada di angan-angan para mahasiswa.

BACA JUGA:  Julia Laiskodat Hormati Keputusan Surya Paloh

“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti ‘Magang di Rumah Rakyat’ DPR RI dapat melihat, memahami secara lebih komprehensif bagaimana kerja-kerja politik yang dilaksanakan oleh seluruh Anggota DPR RI dalam merepresentasikan rakyat. Baik dalam fungsi legislasi, anggaran maupun pengawasan,” katanya.

Program ‘Magang di Rumah Rakyat’ DPR RI ini, lanjut Indra, merupakan salah satu bentuk dukungan DPR RI dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Program Magang Di Rumah Rakyat DPR RI merupakan perwujudan parlemen modern, di mana ada tiga indikator parlemen modern, yaitu transparansi, penggunaan teknologi informasi. dan representasi perjuangan aspirasi masyarakat. Salah satu aspirasi yang harus diperjuangkan adalah pendidikan dan pengembangan SDM Indonesia,”katanya.

BACA JUGA:  Pekerja Korban PHK Covid-19, Pemkab Badung Siapkan Program Kerja ke Luar Negeri

Pasalnya, diketahui untuk memasuki dunia kerja tidak cukup hanya belajar dari kelas, laboratorium, perpustakaan ataupun dengan scrolling Instagram, youtube atau Tiktok tetapi harus menceburkan diri langsung di dalam dunia kerja. Dengan mengetahui atau mengalami pengalaman kerja di industri, lembaga-lembaga internasional, kementerian, lembaga yudikatif maupun lembaga legislatif ini adalah kesempatan untuk mengikuti passion dalam menyiapkan diri memasuki dunia kerja dengan beragam profesi.

“Saya mengimbau kalian untuk selalu tekun dalam mengutamakan inovasi, kolaborasi dan integrasi. Inovasi tidak harus berbentuk sebuah penemuan yang menakjubkan namun bisa berbentuk praktik yang dilakukan setiap hari dan terbukti berhasil mengubah keadaan,”katanya.

Terakhir, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atas inovasi dalam membuat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Serta kepada seluruh pihak di Sekretariat jenderal DPR RI yang telah bersama-sama mensukseskan kegiatan ini. (rls)

BACA JUGA:  Mulan Jameela: Program Kompor Listrik Harus Dikaji Ulang

Editor: Daton