“Harapannya produksi petani lokal bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku pariwisata sebagai buyer. Jika ini terwujud, dampaknya akan langsung dirasakan oleh petani,” ujar Adi Arnawa.
Selain meningkatkan serapan produk lokal, upaya ini juga diharapkan mampu menekan laju alih fungsi lahan pertanian. Pemerintah daerah, kata Adi Arnawa, menyiapkan berbagai insentif agar petani tetap bertahan di sektor pertanian, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Mulai 2026 kami siapkan beasiswa S1 bagi anak-anak petani. Tujuannya agar regenerasi petani tetap terjaga dan sektor pertanian tidak kehilangan pelaku,” tambahnya.
Adi Arnawa menegaskan, penguatan konektivitas pertanian dan pariwisata sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Badung yang berkualitas berbasis nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dituangkan dalam tujuh misi Sapta Kriya Adi Cipta. Tiga misi di antaranya secara langsung berkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana menjelaskan, Badung Local Supply Expo menjadi sarana promosi sekaligus edukasi bagi pelaku usaha tani agar mampu memenuhi standar kebutuhan industri pariwisata.









