Pemerintah Diminta Galakkan Sosialisasi Aplikasi Satu Sehat

Aplikasi satu sehat
Aplikasi satu sehat

JAKARTA,MENITINI.COM-Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengapreasiasi dan mendorong pemerintah menggalakkan sosialisasi platform Satu Sehat. Karena menurutnya, aplikasi yang merupakan pengembangan dari PeduliLindungi itu merupakan layanan kesehatan terpadu yang dapat diakses secara mudah dan cepat.

“Sosialisasi harus dilakukan secara masif, tidak hanya pak Menteri juru bicaranya tetapi juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten, direktur rumah sakit dan klinik. Jadi ada kampanye bersama-sama, kita harus bergeser dari layanan kesehatan konvensional menuju pada era smarth health care,” ujar Edy usai Rapat Kerja bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung DPR RI, seperti dikutip dari Parlementaria, Kamis (30/3/2023).

Edy menilai, transformasi digital yang dilakukan Kementerian Kesehatan merupakan hal yang baik bagi dunia kesehatan. Pasalnya, Satu Sehat akan mengintegrasikan data kesehatan pasien dari seluruh fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, laboratorium dan apotek. Sehingga masyarakat akan lebih mudah memonitor riwayat kesehatan pribadi melalui rekam medis elektronik.

BACA JUGA:  Ahmad Muzani: Wis Wayahe Prabowo Presiden

“Masyarakat akan memperoleh kenikmatan. Dia akan mudah mengakses informasi, bahkan misalnya kontrol hari apa, jam berapa, kalau klinik dan puskesmas sudah terhubung dia akan reminder. Kedua, layanan kesehatan menjadi efisien dan berbiaya ringan. Biaya kita menjadi murah. Kalau itu secara nasional, bayangkan berapa efisiensi APBN kita. Mengapa orang kita ke Singapura ke Malaysia ke Thailand karena mereka sudah menggunakan teknologi informasi dalam layanan kesehatannya,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Kendati demikian, Edy tak memungkiri untuk menuju sistem kesehatan yang terintegrasi memerlukan tahapan dan waktu. “Kemenkes membuat grand design, masyarakat mengikuti. Jangan kemudian berpikir hambatannya dulu. Sebab, ini butuh tahapan mulai dari manajemen layanan kesehatan kemudian baru perubahan perilaku masyarakat,” sambungnya.

BACA JUGA:  Fraksi PKS Tolak Revisi UU IKN Masuk Prolegnas 2023

Di sisi lain, soal perlindungan data, Edy mengingatkan agar proteksi keamanan data kesehatan individu tetap menjadi bagian penting dari transformasi sistem kesehatan digital. Mengingat, data kesehatan termasuk dalam klasifikasi data rahasia sehingga diberikan langkah strategis.

Merujuk pada Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024, aplikasi Satu Sehat merupakan bagian dari Platform Satu Sehat. Platform tersebut dibentuk menjadi ekosistem kesehatan digital yang menyediakan konektivitas data, analisis dan layanan untuk mendukung dan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan di Indonesia.

Aplikasi Satu Sehat sendiri akan menjadi aplikasi kesehatan warga yang berisi catatan kesehatan pribadi secara lengkap pada setiap individu. Lewat aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses data kesehatan pribadi. (M-003)

BACA JUGA:  Komisi IX DPR RI dan Pemerintah Sepakat Bentuk Panja RUU tentang Kesehatan
  • Editor: DRB