Menteri LH Tinjau Inovasi Pembasahan Gambut di OKI, Perkuat Pencegahan Karhutla

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, meninjau infrastruktur pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/11/2026).
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, meninjau infrastruktur pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/11/2026). (Foto: KLH/BPLH)

OGAN KOMERING ILIR, MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, meninjau infrastruktur pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/11/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas pemulihan tata air gambut sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang. Dalam kegiatan itu, Menteri Jumhur didampingi Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko, serta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Jumhur mengatakan, pemerintah terus mengedepankan upaya pencegahan karhutla melalui inovasi pengelolaan tata air di tingkat tapak. Salah satunya dengan mengembangkan sistem pembasahan gambut menggunakan aliran sungai, pompa, dan sekat kanal.

BACA JUGA:  Pertemuan ASCOPE ke-51 di Bali Sepakati Penguatan Ketahanan Energi Regional

“Semangat gotong royong ini harus terus diperkuat, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga melalui upaya pencegahan, salah satunya dengan mengembangkan inovasi pembasahan kembali lahan gambut melalui pemanfaatan aliran air sungai, pompa, dan sekat kanal,” kata Jumhur.

Ia berharap penerapan sistem tersebut dapat diperluas secara berkelanjutan sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang dapat ditekan secara signifikan.

BACA JUGA:  Kalara Borneo Hidupkan Kembali Kebun Kakao Masyarakat Adat untuk Menjaga Hutan Kalimantan

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, menjelaskan, sistem pembasahan memanfaatkan pasokan air dari Sungai Lumpur yang dialirkan secara gravitasi sepanjang 13 kilometer.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top