logo-menitini

Masyarakat Adat Iban Sadap, Merawat Alam Dan Tradisi Lewat Tenun

Masyarakat Adat Iban Sadap, Merawat Alam Dan Tradisi Lewat Tenun
Masyarakat Adat Iban Sadap, Merawat Alam Dan Tradisi Lewat Tenun. (Foto: Istimewa)

Di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ada kisah yang tidak dituliskan di atas kertas, tetapi dirajut perlahan melalui helai demi helai benang. Kisah itu hidup di tangan perempuan-perempuan adat Dayak Iban Sadap, yang sejak lama menjadikan menenun sebagai cara menjaga identitas, mengingat leluhur, sekaligus merawat hubungan dengan alam.

Bagi masyarakat Iban Sadap, selembar kain tenun bukan sekadar benda pakai atau komoditas ekonomi. Di dalamnya tersimpan nilai spiritual, tatanan sosial, dan pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi. “Tenun adalah simbol identitas dan ekspresi nilai kehidupan masyarakat adat Dayak Iban,” kata Magareta Mala, salah satu penggerak Festival Tenun Iban Sadap. “Ia punya makna yang jauh melampaui kerajinan tangan.”

BACA JUGA:  Badung Caka Fest 2026 Lebih Matang, Festival Ogoh-ogoh Berlangsung Empat Hari

Nilai itulah yang coba dibagikan kepada publik melalui Festival Tenun Iban Sadap pertama yang digelar pada pertengahan Desember lalu. Bagi komunitas adat, festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan penanda bahwa tradisi menenun masih hidup dan terus dijaga. “Ini tonggak penting untuk memastikan tradisi menenun tetap ada, lengkap dengan nilai dan pengetahuannya,” ujar Herkulanus Sutomo dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>