Sementara itu, Ketua Panitia Ni Putu Indah Mariani menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh elemen di Kecamatan Abiansemal dalam menyelaraskan nilai adat dan budaya Bali dengan gerakan pelestarian lingkungan.
Sebanyak 38 lembaga TK dan PAUD dari seluruh gugus di Abiansemal ambil bagian dalam lomba tersebut. Panitia menetapkan aturan khusus, yakni 95 persen bahan ogoh-ogoh mini wajib berasal dari sampah organik.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga membangun karakter anak agar memahami bahwa mencintai budaya dapat berjalan seiring dengan menjaga alam. Menjaga lingkungan, lanjutnya, merupakan wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Melalui lomba ini, nilai budaya, pendidikan karakter, dan kesadaran lingkungan diharapkan dapat tertanam kuat pada generasi muda sejak usia dini. (M-011)
- Editor: Daton








