Dalam misi ini, Australia juga meluncurkan edisi kedua publikasi Invested: Indonesia to 2040 – Opportunities and Pathways for Australian Investors. Publikasi yang dikembangkan bersama IBC itu menyajikan gambaran peluang sektoral, studi kasus, serta informasi platform investasi regional yang didanai Pemerintah Australia guna mempermudah investor masuk ke Indonesia.
CEO Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Dr Paul Grimes PSM, mengatakan peningkatan perdagangan dan investasi dua arah dengan Asia Tenggara membuka peluang besar bagi dunia usaha Australia.
“Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada pertengahan abad ini. Australia ingin menjadi bagian dari kisah pertumbuhan yang ambisius tersebut,” ujarnya.
Menurut Grimes, pendalaman hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia akan memberikan manfaat bagi kedua negara serta kawasan secara luas. Pemerintah Australia, kata dia, juga menyiapkan berbagai dukungan bagi investor, termasuk dana utang Asia Pasifik senilai 175 juta dolar Australia bersama IFM Investors dan dana investasi kemitraan publik-swasta Asia Tenggara senilai 50 juta dolar AS melalui Plenary.
Sementara itu, Professor Jennifer Westacott AC menilai besarnya delegasi mencerminkan minat kuat investor Australia terhadap Indonesia. Saat ini, Australia tercatat sebagai sumber investasi langsung asing terbesar kesembilan bagi Indonesia.









