“Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pendekatan NbS; namun, hal ini memerlukan kapasitas teknis yang lebih kuat, data yang kokoh, dan mekanisme pembiayaan yang andal untuk menjamin integritas dan dampak jangka panjang,” kata Hanif.
Pertemuan tersebut juga menegaskan kuatnya fondasi kerja sama bilateral Indonesia–Inggris, termasuk melalui Nota Kesepahaman dengan Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ). Indonesia mendorong tindak lanjut konkret dari kerja sama tersebut, antara lain penguatan sistem karbon berintegritas tinggi, pengembangan sistem informasi dan peringatan dini, peningkatan pemanfaatan data spasial beresolusi tinggi, serta pengembangan alat penilaian cepat ketangguhan lanskap.
Menutup pertemuan, Hanif menegaskan komitmen kedua negara untuk segera menerjemahkan kesepakatan menjadi langkah teknis yang nyata.
“Kami percaya ini adalah momen penting untuk menerjemahkan komitmen bersama menjadi kerja sama konkret dan teknis,” ujarnya.
Pertemuan bilateral ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Inggris untuk menjaga kepemimpinan iklim global, memperkuat ketangguhan nasional, serta memastikan setiap komitmen internasional memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.*
- Editor: Daton









