Laporan Market Forces mencatat, sejak 2018 Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan sebesar 84 juta dolar AS kepada Grup Harita. Saat ini, Harita Group mengoperasikan PLTU berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi dan berencana memperluasnya hingga lebih dari 4 GW.
Para penggemar juga menyoroti dampak lingkungan yang dirasakan warga setempat. Dalam surat terbuka itu, mereka menyebut Pulau Obi mengalami degradasi lingkungan serius, hingga masyarakat kesulitan mengakses air bersih. “Emisi karbon dan polusi dari PLTU batu bara akan sepenuhnya ditanggung oleh generasi mendatang,” tulis mereka.
Kritik tersebut diperkuat data dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) yang memperkirakan emisi gas rumah kaca Grup Harita mencapai 10,87 MtCO2e pada 2024. Angka itu hampir setara 1 persen dari total emisi Indonesia pada 2023 dan diprediksi meningkat dua kali lipat pada 2028 jika ekspansi terus berjalan.
Lewat aksi ini, para penggemar menuntut Hana Bank menghentikan pendanaan kepada perusahaan yang masih bergantung pada PLTU batu bara serta memperkuat kebijakan pendanaan berbasis iklim. Mereka juga menyinggung keterlibatan Hana Bank di Indonesia melalui Line Bank, pelatih sepak bola Shin Tae-yong, hingga kolaborasi dengan bintang K-pop.
Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET Indonesia, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan industri dan keuangan. “Tanpa generasi mendatang, Hana Bank tidak akan bertahan. Komitmen pendanaan iklim harus diwujudkan secara nyata,” ujarnya.









