Desy Ratnasari Dorong BPJS Perbarui Cakupan Layanan dan Obat Kesehatan Mental

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari dalam diskusi Tim Kunjungan Kerja BURT DPR RI bersama perwakilan direksi Jasindo dan perwakilan direksi Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali, Senin (2/11/2026).
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari dalam diskusi Tim Kunjungan Kerja BURT DPR RI bersama perwakilan direksi Jasindo dan perwakilan direksi Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali, Senin (2/11/2026). (Foto: Parlementaria/Naefuroji/jk)

DENPASAR,MENITINI.COM – Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, mendorong BPJS Kesehatan memperbarui cakupan layanan medis dan obat-obatan yang dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan kesehatan mental, termasuk terapi psikologi dan pengobatan skizofrenia.

Menurut Desy, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus berkembang, sementara sejumlah jenis pengobatan dan obat-obatan yang dibutuhkan pasien belum sepenuhnya masuk dalam cakupan pembiayaan BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Desy dalam diskusi Tim Kunjungan Kerja BURT DPR RI bersama perwakilan direksi Jasindo dan Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali, Senin (2/11/2026).

BACA JUGA:  Klinik Wira Husada Malang Modernisasi Poli Gigi, Layani Pasien Umum dan BPJS

Ia menilai, layanan kesehatan mental perlu mendapat perhatian lebih serius, mengingat semakin kompleksnya persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“BPJS Kesehatan perlu mengupdate perihal layanan kesehatan dan obat-obatan yang tidak ditanggung seperti masalah psikologi terapi. Penyakit skizofrenia misalnya dalam beberapa tingkatan ada obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS, padahal tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan layanan medis ini,” ujar Desy.

Legislator Fraksi PAN tersebut juga menyoroti tekanan ekonomi, persoalan kehidupan, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) yang berpotensi memicu stres berkepanjangan.

BACA JUGA:  Kemenkes Temukan 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan Lewat CKG

Menurutnya, tekanan psikologis yang tidak tertangani dapat berdampak terhadap kesehatan fisik. Kondisi tersebut antara lain dapat memicu gangguan pencernaan seperti gastritis atau maag, asam lambung, hingga gangguan kesehatan jiwa.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top