Burnout Syndrome, Bukan Sekedar Mager Kerja

Burnout syndrome bukan sekedar mager kerja. (foto pexels)

DENPASAR,MENITINI.COM – Semua manusia berusia dewasa memiliki tanggung jawab menghidupi diri sendiri dengan bekerja. Kecuali Anda terlahir dari keluarga yang kayak 7 turunan, maka kerja adalah kewajiban yang tidak dapat Anda abaikan. Namun, pernahkah Anda merasa sangat mager kerja? Mulai dari tidak bersemangat bangun pagi, pekerjaan tidak beres, uring-uringan, bahkan mulai sering bermasalah dengan keluarga? Anda perlu berhati-hati lho, apalagi kalau sudah berjalan lama. Bisa jadi Anda mengalami burnout syndrome dan ini bukan kondisi yang bisa disepelekan.

Apa sih Burnout Syndrome itu?

Burnout syndrome merupakan istilah yang baru dalam dunia psikologi kerja. Melalui buku karangan Herbert Freudenberger pada tahun 1974, beliau mendefinisikan sebagai padamnya motivasi atau insentif, terutama saat pengabdian seseorang pada suatu kondisi atau relasi gagal mendapat hasil yang diinginkan. Burnout sendiri merupakan reaksi terhadap stress kerja kronis dan memiliki 3 komponen yaitu kelelahan, kurangnya identifikasi dengan pekerjaan, dan perasaan berkurangnya kemampuan profesional. Contoh nyatanya jika Anda mulai merasa lelah terus menerus hingga titik jenuh yang membuat Anda membenci pekerjaan Anda secara umum sehingga gagal memberi performa terbaik. Sumber burnout tidak hanya dari pekerjaan utama, namun kombinasi dari gaya hidup, stres harian dan relasi sosial. Pola pikir dan kepribadian juga memegang kunci, apalagi jika Anda termasuk golongan perfeksionisme dan pesimisme.

BACA JUGA:  RSU Bhakti Rahayu Adakan Sosialisasi Program Go to Banjar di Desa Dangin Puri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*