Menurutnya, Gerakan Kulkul tidak hanya berfungsi sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Bali. Bunyi kulkul akan menjadi simbol kebersamaan warga dalam merawat lingkungan.
“Kulkul menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, sekaligus bentuk pelestarian nilai budaya lokal,” katanya.
Ia menegaskan, program ini tidak terbatas pada kader PKK dan Posyandu, melainkan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan rutin ini, kepedulian warga terhadap persoalan sampah dan kebersihan lingkungan dapat terus meningkat.
Sebagai bentuk komitmen, kegiatan gotong royong dan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, tepatnya pada Minggu pertama. Kulkul akan dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 Wita dengan pola lima ketukan sebanyak lima kali sebagai tanda persiapan bagi warga.
Kegiatan launching ini turut dihadiri Lurah Kapal beserta jajaran, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, Kepala Lingkungan Muncan, pengelola Bank Sampah Bali Wastu Lestari, para kader Bank Sampah Banjar Muncan, serta masyarakat setempat.*
- Editor: Daton








