Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa kawasan pura tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga peran penting dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Menurutnya, pelestarian lingkungan di kawasan suci merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan alam di tengah perkembangan kota.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan. Kawasan pura harus tetap bersih, asri, dan hijau agar fungsi spiritual dan ekologisnya dapat berjalan seimbang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara bapak angkat kebersihan, DLHK, Desa Adat Penatih, serta masyarakat yang secara gotong royong menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Senada dengan itu, Lurah Penatih I Wayan Murda berharap aksi kebersihan dan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan di wilayahnya. Menurutnya, pelibatan masyarakat dan desa adat menjadi kunci dalam menjaga ruang-ruang publik dan kawasan suci tetap lestari.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga lingkungan di Kelurahan Penatih, khususnya kawasan suci dan ruang publik, tetap terjaga kebersihannya dan semakin hijau,” katanya.









