Terluka dengan Komentar di Medsos, Tokoh Masyarakat Kuta Ini Lapor Jerinx ke Krimsus Polda Bali

Jro Supatra Karang memegang bukti foto komentar Jerinx di Medsos

KUTA, MENITINI.COM –  Setelah dilaporkan IDI Bali, Made Astina alias Jerinx juga dilaporkan tokoh masyarakat Kuta, Made Supatra Karang ke Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali, Rabu (5/8).  

Dikutip Surat Kabar POS BALI Jro Suptra Karang sapaanya melaporkan drumer Superman Is Dead (SID) ini karena postingan Jerinx di salah satu media sosial (Medsos) sudah keterlaluan dan melecehkan dirinya.

Ditemui di kediamannya di Kuta, Kamis (6/8/2020) Jro Supatra Karang menceritakan, dalam video singkat ia unggah melalui akun pribadi, mendapat komentar menohok dari Jerinx.  

Ia dianggap orang tua Bego. Selain akun tersebut, ia juga melaporkan salah satu akun lain yang sedang dilacak. Akun tersebut mendiskreditkan dirinya dengan tudingan paedofilia.

Ia tak pernah menduga akan  ada reaksi negatif atas unggahannya di medsos. Hal itu berujung komentar sarkas yang sangat menganggu kenyamanannya.  

Padahal video yang ia posting itu teguran atas kegiatan beberapa orang pengunjung di Pantai Kuta, yang tak sejalan dengan semangat era tatanan hidup baru. Apalagi di tengah keprihatinan bersama terhadap pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Drummer SID Ditahan 20 Hari Pertama, Jalani Tes Cepat di RS Bhayangkara

Diceritakannya, dalam video yang ia rekam  20 Juli lalu, saat itu ada beberapa orang berkumpul tanpa pakai masker. Mereka minum alkohol di pesisir Pantai Kuta, dengan alasan merayakan ulang tahun teman.

Karena itulah ia merekam dengan maksud mengajak semuanya ikut peduli terhadap penanganan Covid-19. “Banyak akun yang memberikan tanggapan atas video saya. Bahkan ada yang mengedit foto saya. Ada yang komen positif dan ada juga negatif. Tapi yang menohok ada beberapa akun, salah satunya Jerinx,”ungkapnya.

Sebagai orang tua, ia mengaku terluka atas komentar yang diposting Jerinx. Terlebih yang bersangkutan teman seangkatan putranya sewaktu SMA dan biasa main di rumah. Bahkan antara Supatra Karang dengan orang tua Jerinx teman, dan orang tua Jerinx pernah tinggal di rumah ‘wayah’nya di Buni Sari. “Jerinx itu teman SMA anak saya yang pertama. Dulu dia biasa main dan tidur disini. Saya sendiri bangga, ternyata teman anak saya itu akhirnya menjadi orang yang terkenal dan sukses dalam bermusik,” kata Supatra Karang.

BACA JUGA:  Jubir Sandiaga: Tak Perlu Baper, Enggak Perlu Lebay

Ia menyayangkan sikap Jerinx.  sebab sebagai orang Bali harus memegang teguh pesan pendahulu, yaitu santun, beretika dan respek terhadap orang yang dituakan. Namun komentarnya di medsos terkesan bukan orang Bali, yang menjunjung nilai etika dan sopan santun dalam bergaul. Sebagai orang yang ia kenal, seyogyanya Jerinx bisa langsung berdiskusi dengannya, bukan justru membuat postingan yang terkesan menantang. 

Tiga pemilik akun secara ksatria datang ke kepadanya, berdiskusi dan meminta maaf atas postingan. Hal ini mesti dihargai, sebab mereka tulus meminta maaf dan salah satu diantaranya jauh-jauh datang dari Buleleng.

“Pada dasarnya memberi maaf kepada orang lain itu tidak ada salahnya, kalau ia pantas dimaafkan. Tapi karena konteksnya sudah melebar kepada keluarga besar, jadi itu saya kembalikan kepada keluarga besar,”ujarnya.poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*