Minggu, 14 Juli, 2024

Penumpang domestik yang datang di bandara Ngurah Rai tahun 2020.

TUBAN, MENITINI.COM – Pandemi Covid-19 berdampak ke seluruh urat nadi kehidupan bisnis di tanah air. Bisnis pelayanan jasa bandara dan dirgantara sangat terdampak karena berhubungan langsung dengan penumpang.

Sementara sejumlah negara melarang warganya melakukan perjalanan atau berwisata ke luar. Hal ini berdampak pada seluruh bandara berikut operator penerbangan.

Misalnya, di Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali. Sepanjang tahun 2020 tercatat melayani 56.173 pergerakan pesawat udara  dan mengangkut 6.238.774 penumpang.

Total 6,2 juta penumpang yang terlayani di tahun 2020 menjadi catatan baru Bandara Ngurah Rai. Pasalnya, pertama kali sejak tahun 2016, jumlah penumpang rute domestik di bandara Ngurah Rai mengungguli jumlah penumpang rute internasional di tahun 2020.

Sebanyak 59 persen atau 3.657.298 penumpang di tahun 2020 merupakan penumpang rute domestik. Sementara penumpang rute internasional sebanyak 2.581.476 penumpang.  

Kenyataan ini jauh dibawah catatan di tahun 2019 lalu. Pergerakan pesawat di tahun 2020 ini mengalami penurunan sebesar 63,8 persen, begitu pula untuk pergerakan penumpang mengalami penurunan sebesar 74,2 persen dibandingkan tahun 2019.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Herry A.Y Sikado, merujuk data statistik Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) tahun operasional 2020 yang dirilis Kamis (7/1/2020).  

Dari data tersebut tercatat, pergerakan pesawat udara di Ngurah Rai sepanjang tahun 2020 tercatat 56.173. Bila dibandingkan dengan catatan tahun 2019, 155.334 pergerakan pesawat, maka selisih 99.161 pergerakan pesawat, atau menurun sebesar 63,8 persen.

Kondisi tersebut selaras dengan angka pergerakan penumpang di tahun 2020 tercatat 6.238.774 penumpang. Pergerakan ini mengalami penurunan sebesar 74,2 persen, jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2019 sebanyak 24.169.561 penumpang.

“Tentunya catatan statistik yang kami sampaikan ini mewakili catatan di hampir seluruh bandar udara di dunia. Industri penerbangan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi global Covid-19. Meskipun demikian, dari data dapat kita simpulkan enam bulan terakhir, terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan,” katanya, Jumat (8/1/2021) siang

Pada semester pertama tahun 2020 memang terjadi penurunan pergerakan penumpang maupun pesawat dari bulan ke bulan di Bandara Ngurah Rai.

Aturan pembatasan penerbangan dari pemerintah, maupun kebijakan pemerintah di masing masing negara di dunia sangat berdampak pada menurun drastisnya lalu lintas penerbangan.

Kendati demikian, memasuki paruh kedua 2020 pihaknya mencatat ada pertumbuhan tiap bulannya dibandingkan bulan sebelumnya. “Jika dirata-rata, pertumbuhan bulanan di tahun 2020 ini adalah sebesar 17 persen pergerakan pesawat, dan 37 persen penumpang,” katanya.

Hal yang sama terjadi pada pergerakan pesawat udara. Dengan jumlah 39.259 pergerakan pesawat rute domestik mengungguli rute internasional yang mencatatkan 16.914 pergerakan, atau dengan perbandingan 70-30 persen.

“Di tahun 2020 kemarin memang mayoritas penerbangan yang kami layani penerbangan domestik, karena adanya pembatasan sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia,” jelasnya.poll/edi/lia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *