Minggu, 26 Mei, 2024

Para pemimpin dunia yang sedang berada di Bali untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berkumpul di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kota Denpasar, pada Rabu, 16 November 2022. Presiden Joko Widodo menyambut mereka untuk menanam mangrove bersama. (Foto: Dok BPMI Setpres)

DENPASAR, MENITINI.COM-Kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali siap dikunjungi para delegasi World Water Forum ke-10. Dijadwalkan, para delegasi akan melakukan penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah merampungkan penataan kawasan Tahura Ngurah Rai sebelum rangkaian kegiatan World Water Forum dimulai pada 18—25 Mei 2024. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, Bali sebagai tuan rumah akan dibuat menjadi ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastruktur kawasan yang didukung penghijauan yang masif.

“Kawasan mangrove Tahura sudah dibenahi dan nanti akan ada kegiatan penanaman mangrove,” ujar Basuki, Kamis (16/5/2024).

BACA JUGA:  Delegasi WWF ke-10 Disiapkan Jalur Khusus saat Melewati Imigrasi Ngurah Rai 

Kementerian PUPR membangun fasilitas pembibitan dan persemaian mangrove yang terdiri dari tiga bangunan yaitu Production House Area untuk penanaman bibit, Germination House Area untuk pengembangan bibit hingga menjadi tunas dan Open Growth Area untuk mangrove setinggi 30-50 cm.

Penataan Tahura Ngurah Rai diresmikan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peresmian Bendungan Danu Kerthi Tamblang di Kabupaten Buleleng pada awal Februari 2023. Pekerjaan penataan dilakukan bersama-sama secara paralel oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali Ditjen Cipta Karya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Ditjen Bina Marga dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Ditjen Sumber Daya Air.

BACA JUGA:  Kemeriahan Holly Festival di Lapangan Puputan Badung

World Water Forum ke-10 akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, dengan tema besar “ Water for Shared Prosperity”. Subtema penyelenggaraan  World Water Forum ke-10 terdiri dari Ketahanan dan Kesejahteraan Air, Air untuk Manusia dan Alam, Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana, Tata Kelola, Kerja Sama dan Diplomasi Air, Pembiayaan Air Berkelanjutan dan Pengetahuan dan Inovasi. 

Sebanyak 244 sesi pada pertemuan nanti dan diharapkan akan memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, pembentukan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), serta penetapan Hari Danau Sedunia. (M-007)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  DPR RI Dorong Bali jadi Destinasi Wisata Premium

TERKAIT