JAKARTA,MENITINI.COM – Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap praktik penipuan digital bermodus love scamming yang dijalankan oleh warga negara asing (WNA) di kawasan elite Tangerang, Banten. Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pengguna media sosial agar lebih waspada terhadap pendekatan personal dari orang tak dikenal di dunia maya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengatakan jaringan tersebut dikendalikan oleh lima aktor utama yang seluruhnya merupakan WNA asal China. Mereka berinisial ZK, ZH, ZJ, BZ, dan CZ, dengan pembagian peran yang terstruktur dan rapi.
“Kelima orang ini memiliki fungsi berbeda, mulai dari pemimpin jaringan, penyandang dana, hingga pelaksana operasional,” ujar Yuldi dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Keimigrasian, Jakarta Selatan, Senin (19/1).
Menurut Yuldi, para pelaku sengaja beroperasi dari perumahan dan apartemen kelas atas untuk menghindari kecurigaan masyarakat. Salah satu lokasi yang digunakan berada di kawasan Gading Serpong, Tangerang, tempat petugas mengamankan 27 WNA asal China pada Kamis (8/1).









