DENPASAR,MENITINI.COM – Upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar semakin diperkuat melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya di kawasan wisata Sanur. Sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) menjadi fokus utama karena dinilai sebagai salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan, penanganan sampah tidak bisa lagi bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan harus dimulai langsung dari sumbernya, terutama oleh pelaku usaha pariwisata.
Menurutnya, peran aktif sektor horeka sangat krusial karena tidak hanya menghasilkan sampah, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengelolanya secara mandiri. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan menuju sistem yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan gathering pariwisata bertajuk “Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata di Hotel Prama Sanur.
Sejumlah inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas di Sanur mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya di wilayah Sanur Kaja yang telah mampu mengelola sampah secara mandiri. Sementara itu, pengembangan fasilitas pengolahan sampah juga tengah dilakukan di Sanur Kauh dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian kawasan wisata dalam menangani sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sebagai daya tarik utama pariwisata.









