“Secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya dalam efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan. Ini merupakan bentuk komitmen serius Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan,” ujar Adi Arnawa saat ditemui di Kantor Bupati Badung, Puspem Badung, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang masih perlu dievaluasi lebih lanjut, rekayasa lalu lintas ini akan terus dilanjutkan hingga 14 Februari mendatang. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi dan membiasakan diri dengan pengaturan lalu lintas yang baru demi kenyamanan bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa pemodelan lalu lintas menggunakan PTV VISUM dilakukan untuk menganalisis dan mensimulasikan sistem transportasi dalam skala wilayah.
Menurutnya, selain penurunan waktu tempuh, kecepatan rata-rata kendaraan dalam skenario satu arah mengalami peningkatan hingga 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, dari sisi aksesibilitas jaringan, terjadi penurunan sebesar 14,06 persen yang menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh pada beberapa rute.
“Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi lanjutan agar rekayasa lalu lintas yang diterapkan tetap optimal dan seimbang bagi seluruh pengguna jalan,” jelasnya.*
- Editor: Daton









