“Kita berharap setelah kita tanam, kita masih dapat melihat kembali apa yang sudah kita tanam, andaikata tidak kita pantau itu pasti akan mati, bisa karena kering, terjangan ombak atau terlilit sampah plastik,” jelas Agustinus Apollo.
Aksi menjaga dan merawat lingkungan pesisir itu melibatkan ratusan wartawan dari media yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah.
Para pemangku kepentingan di Provinsi Bali dan pihak swasta juga menjadi bagian dalam Wartawan Peduli ‘Tanam 1.000 Mangrove’ di Tahura Ngurah Rai. Diagendakan, acara akan dibuka olah Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.
Agustinus mengungkap, mangrove tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi, tapi ekosistem penting penopang sumber penghidupan masyarakat.
“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, sekaligus ekosistem yang menopang perikanan dan kehidupan masyarakat,” jelas Agustinus Apollonaris. (*)









