Puluhan Orang Belum Ditemukan Usai Serangan Rudal ke Mall Ukraina

kondisi mal di ukraina usai serangan rudal rusia. (foto: Reuters)

JAKARTA,MENITINI.COM– Puluhan orang belum ditemukan setelah rudal Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina, dua hari lalu dan menewaskan sedikitnya 18 orang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah dengan sengaja membunuh warga sipil ketika menggempur mal di Kremenchuk.

“Rudal Rusia mengenai lokasi ini dengan tepat. Dengan sengaja … Jelas bahwa pembunuh Rusia menerima koordinat yang tepat itu,” kata Zelensky dalam pidato video seperti diberitakan kantor berita Reuters dan Channel News Asia, Rabu (29/6/2022).

“Mereka ingin membunuh sebanyak mungkin orang,” imbuhnya. Otoritas Ukraina menyebut sekitar 36 orang masih hilang usai serangan rudal itu.

Namun pemerintah Rusia buka suara terkait serangan rudal tersebut. Rusia berdalih pasukannya menembakkan rudal ke depot senjata di Kremenchuk dan ledakannya memicu kebakaran di mall yang ada di dekat lokasi tersebut.

BACA JUGA:  Sinyal Presiden Joe Biden Setelah Dilantik, Pasar Keuangan Sejuk, Investasi: Asing Mengalir ke Indonesia

Dinas urusan darurat Ukraina sebelumnya melaporkan sedikitnya 16 orang tewas dan 59 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan rudal Rusia yang menghantam mal di Kremenchuk pada Senin (27/6) waktu setempat itu.

“Di Kremenchuk, pasukan Rusia menyerang sebuah depot senjata yang menyimpan persenjataan yang diterima dari Amerika Serikat dan Eropa dengan senjata presisi tinggi yang berbasis udara,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia via Telegram dan dilansir Reuters.

“Sebagai dampak dari serangan presisi itu, senjata dan amunisi buatan Barat yang terkonsentrasi di gudang itu … terkena serangan,” imbuh kementerian dalam pernyataannya.