JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) atas kinerjanya dalam menyelamatkan keuangan dan aset negara. Hal tersebut disampaikan dalam acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (10/4).
Dalam arahannya, Presiden mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan para anggota Satgas PKH yang dinilai telah bekerja keras dalam menjalankan tugas negara.
“Atas nama pemerintah, negara, dan seluruh rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih. Penghargaan saya sangat tinggi atas pengorbanan saudara,” ujar Presiden.
Presiden menekankan bahwa tugas Satgas PKH bukan pekerjaan mudah, mengingat luas wilayah Indonesia serta kompleksitas persoalan di lapangan. Ia juga mengakui adanya berbagai tantangan yang dihadapi anggota satgas, termasuk ancaman dan intimidasi.
“Saya paham banyak anggota yang diancam dan diintimidasi. Sekali lagi, saya sangat menghargai pekerjaan dan pengorbanan saudara-saudara,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa menjaga kekayaan negara merupakan tugas mulia. Namun, ia juga menyoroti masih adanya oknum birokrasi yang menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurut Presiden, praktik-praktik seperti penyelundupan, tambang ilegal, hingga perkebunan ilegal harus dihentikan. Ia pun mengajak seluruh aparatur negara untuk kembali pada prinsip pengabdian kepada rakyat.
“Marilah kita tutup praktik-praktik yang tidak baik. Kita semua yang diberi kepercayaan rakyat harus melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi Satgas PKH. Ia menyatakan bahwa segala bentuk ancaman terhadap anggota satgas merupakan bentuk perlawanan terhadap negara.
“Kalau ada yang mengancam Satgas PKH, itu sama dengan mengancam Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden.
Menutup arahannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam menjaga kekayaan negara. Ia memastikan negara akan berada di garis depan untuk melindungi aset bangsa demi kesejahteraan rakyat. (M-011)
- Editor: Daton









