DENPASAR-MENITINI.COM – Aparat dari Polda Bali hingga kini masih memburu pelaku aksi teror di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026) malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Meski sejumlah barang bukti telah diamankan, polisi mengaku belum mengidentifikasi pelaku di balik peristiwa tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, SIK, menjelaskan hingga Selasa (25/2/2026), penyidik baru memeriksa dua orang saksi. Keduanya berasal dari pihak pelapor maupun saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
“Belum ada pelaku yang diidentifikasi, keterangan saksi masih didalami,” ungkapnya.
Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini belum mengarah pada penetapan tersangka. Polisi juga belum membeberkan kendala yang dihadapi dalam mengungkap identitas maupun motif para pelaku.
Ariasandy membenarkan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk rekaman CCTV, dua spanduk yang dipasang pelaku, serta batu yang diduga digunakan untuk melempar.
“Barang bukti ini menjadi bahan bagi kami untuk mengidentifikasi para pelaku,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa teror tersebut terjadi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar yang beralamat di Jalan Panjaitan Nomor 6, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku yang belum diketahui identitasnya datang ke lokasi dan memasang dua spanduk bertuliskan “Save APBD BPJS untuk rakyat miskin” dan “Wali Kota pembohong”. Selain itu, mereka juga melakukan pelemparan yang mengakibatkan papan logo akrilik kantor mengalami kerusakan. Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif aksi tersebut serta memburu pihak-pihak yang terlibat. *
- Editor: Daton









