“Substansi subtema ini bersifat universal, karena seluruh ajaran agama menekankan pentingnya menegakkan keadilan bagi semua umat. Dalam konteks ini, Insan Adhyaksa dituntut menjaga integritas dan profesionalisme agar setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar ST Burhanuddin.
Jaksa Agung juga menekankan nilai-nilai Natal seperti cinta kasih, kedamaian, dan keselamatan sebagai fondasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Ia menyoroti peran penting institusi keluarga sebagai tempat tumbuhnya nilai pengorbanan, kasih sayang, dan semangat melayani.
“Nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi kokoh dalam membangun lembaga yang semakin kuat dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Jaksa Agung turut mengapresiasi Panitia Natal Kejaksaan Agung yang menginisiasi penggalangan donasi sukarela dari keluarga besar Kejaksaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Aksi nyata ini merupakan wujud humanisme dan empati yang sungguh mulia,” tuturnya.