Minggu, 26 Mei, 2024

Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama anak-anak saat latihan bola. (Foto: M-007)

DENPASAR, MENITINI.COM-Mantan Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster akhirnya secara terbuka meminta maaf kepada publik Bali dan Indonesia atas ketegasan sikapnya yang pernah menolak Timnas Israel untuk berlaga di Bali dalam perhelatan Piala Dunia U-20 pada tahun 2022 lalu.

Namun Koster secara terbuka mengatakan, bahwa saat itu sebenarnya dirinya tidak menolak Piala Dunia U-20 di Bali. Ia mengaku hanya menolak Timnas Israel yang akan berlaga di Bali.

“Perlu dicatat saya tidak anti sepak bola. masyarakat Bali saya harap menyadari posisi saya yang sulit pada saat itu.

Semeton Bali dan anak-anak muda pencinta bola khususnya, tentu saja atas hal tersebut saya mohon maaf,” kata Wayan Koster.

Ia menjelaskan, memang perlu diclearkan kepada masyarakat di Bali jadi harus dicatat bahwa posisi Wayan Koster waktu sebagai gubernur bukan menolak kejuaraan dunia u-20 tetapi menolak kehadiran tim Israel bertanding di Bali.

Ia mengaku jujur bahwa sebanyak tiga kali sebelumnya dirinya mengkonfirmasi ke panitia pusat. Awalnya disampaikan tim Israel tidak akan ikut kejuaraan dunia U20 karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel. Karena tidak ada hubungan diplomatik sehingga tim Israel tidak akan ikut. Nah kemudian konfirmasi lagi yang kedua, mendapat jawaban dari panitia pusat Israel ikut. Tapi belum tentu lolos kualifikasi Itu jawabannya. Ketiga, dikonfirmasi lagi selang seminggu dimonitor terus ini karena kan ada pengawasan soal kehadiran tim Israel. Ternyata tim Israel ikut dan lolos kualifikasi. Kemudian dikonfirmasi lagi ke panitia pusat jawabannya lolos tapi belum tentu ikut di Bali.

BACA JUGA:  Kasus DBD di Buleleng Meningkat

Koster mengatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan panitia pusat. Saat itu Koster juga tak tidak mau menyalahkan panitia pusat. Tapi begitu kenyataan, dan jawabannya. Karena inilah penolakan terhadap tim Israel makin kuat. Akhirnya tanggal 11 Maret 2023 pukul 20. 00 malam mendapat konfirmasi tim Israel lolos kualifikasi dan akan ikut bertanding di Bali.

“Tentu saja saya harus menyikapi ini dengan melihat berbagai pertimbangan. Pertama adalah secara ideologis itu dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung itu tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel dan kemudian juga ada aturan di Kementerian Luar Negeri itu, ” katanya.

Koster menjelaskan, karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel maka setiap pertandingan tidak boleh ada bendera Israel dan tidak boleh menyanyikan lagu nasional Israel.

BACA JUGA:  Jelang Gelaran Pilbup, di Jembrana Golkar dan PDIP Bertemu

Wayan Koster mengaku, jika dirinya harus mempertimbangkan dari berbagai sisi. Baik dari sisi aturan dan dasar negara. Namun yang terpenting baginya adalah pertimbangan recovery pariwisata Bali yang menjadi lokomotif ekonomi pasca dihantam Covid-19 selama dua tahun (2020-2023).

“Buat saya yang utama pertimbangannya adalah kita sedang dalam posisi recovery atau pemulihan pariwisata Bali pasca pandemi Covid-19. Korelasinya dengan penolakan Israel,” katanya.

Keputusan sulit itu terpaksa harus diambil. Ia memutuskan untuk menolak Israel demi menyelamatkan masyarakat Bali, ekonomi Bali, serta pariwisata Bali yang sementara recovery pasca Covid-19. Di sisi lain, Koster juga mengambil keputusan sulit ini demi menjaga kondusifitas Bali akibat penolakan masif dari berbagai elemen di Indonesia terkait kehadiran Israel dalam helatan Piala Dunia U20. Wayan Koster sadar keputusan yang diambil itu akan berdampak pada karir politiknya. Namun demi Semeton Bali, pariwisata dan ekonomi di Pulau Dewata, Koster harus mengambil langkah sulit ini.

BACA JUGA:  Polri Usulkan Pemda Bali Berlakukan WFH Urai Kemacetan Saat WWF

TERKAIT