Senin, 24 Juni, 2024

Perayaan akhir tahun 2020 di Amerika Serikat

BALI MENITINI.COM Sedikitnya 11 orang tewas dan beberapa lainnya terluka selama perayaan Malam Tahun Baru di seluruh dunia pada Kamis (31/12/2020).

Seperti dilaporkan Al Jazeera, pada Jumat (1/1/2021), polisi melaporkan delapan pria dan wanita muda dilaporkan tewas di satu pondok di barat daya Bosnia dan Herzegovina, tampaknya karena keracunan karbon monoksida saat perayaan Malam Tahun Baru.

Polisi merespons panggilan sekitar pukul 10 pagi dan pergi ke satu rumah di Tribistovo, tempat beberapa orang ditemukan tewas.

Media Bosnia dan Kroasia melaporkan delapan orang itu adalah siswa sekolah menengah dan universitas.

Di Turki, pemain sepak bola Norwegia Galatasaray Omar Elabdellaoui dirawat di rumah sakit karena cedera mata setelah kecelakaan kembang api.

BACA JUGA:  Cidera Hidung, Mbappe tak Butuh Operasi, Bisa Lawan Belanda

Elabdellaoui terluka kedua matanya, menurut Dr Vedat Kaya dari Rumah Sakit Liv di Ankara.

Sementara itu, di Prancis timur, seorang pria berusia 25 tahun tewas saat kembang api meledak setelah dia pergi untuk memeriksanya.

Di Jerman, setidaknya satu kematian dilaporkan pada Jumat pagi. Seorang pria berusia 24 tahun di kota timur Rietz-Neuendorf, yang meninggal ketika kembang api buatan sendiri meledak tak lama setelah tengah malam.

Kasus lain ledakan kembang api yang diimprovisasi menyebabkan nyawa satu orang dalam bahaya dan dua lainnya terluka di dekat kota Osnabrueck, Jerman barat. Mereka sedang menyiapkan bahan peledak, dan mencoba membuat kembang api.

Setidaknya satu cedera lagi dilaporkan di desa tengah Springstille ketika kembang api meledak sebelum waktunya pada Kamis malam.

BACA JUGA:  Enam Orang Masih Hilang Imbas Jembatan Baltimore AS Runtuh Ditabrak Kapal Cargo

Pada Jumat (1/1), kantor berita resmi Lebanon melaporkan tembakan saat perayaan Tahun Baru menewaskan seorang wanita Suriah yang hidup sebagai pengungsi di Lebanon timur dan menghantam satu pesawat yang diparkir di bandara Beirut dalam dua insiden terpisah.

“Setidaknya satu warga sipil tewas dan 25 lainnya luka-luka dalam tembakan perayaan dan kembang api yang menandai Tahun Baru di berbagai bagian Irak,” kata seorang pejabat kesehatan pada Jumat (1/1).

Kembang api dinyalakan di beberapa bagian negara meskipun pemerintah setempat melarang pertemuan massal untuk menahan penyebaran virus corona.all/poll

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *