DENPASAR,MENITINI.COM – Kepolisian Daerah Bali bersama pemerintah pusat memperkuat pengawasan dalam proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjelang keberangkatan 1.000 tenaga kerja ke Bulgaria. Langkah ini ditegaskan dalam agenda penyambutan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI yang berlangsung di Bali.
Wakapolda Bali Brigjen Pol I Made Astawa menekankan, momentum ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan bagian dari upaya memastikan seluruh proses penempatan berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik ilegal.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian mencakup pengawasan sejak tahap awal rekrutmen hingga keberangkatan PMI ke luar negeri. Hal tersebut penting untuk menjamin keamanan dan kepastian hukum bagi para pekerja migran.
“Keberangkatan ini membawa harapan besar. Kami ingin memastikan para PMI berangkat secara aman, terlindungi, dan memiliki dasar hukum yang jelas,” ujar Astawa.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses penempatan, guna mencegah potensi penyimpangan, termasuk praktik pengiriman tenaga kerja secara ilegal yang dapat merugikan calon pekerja.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen membuka akses kerja ke luar negeri yang aman dan bermartabat melalui tata kelola yang lebih baik. Sinergi antara kementerian, aparat penegak hukum, serta perusahaan penempatan yang telah berizin resmi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel. (M-011)
- Editor: Daton









