MUJIZAT! Cerita Jukir Cosmas Balalembang Selamat dari Bom Bunuh Diri Makasar

Para korban bom bunuh diri di Makasar dirawat di RS Bhayangkara

DENPASAR, MENITINI.COM Cosmas Balalembang (52), juru parkir (Jukir) di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi, tengah mengatur keluar masuk kendaraan umat yang selesai misa kedua dan masuk ke misa ketiga.

Ia yang sudah bertugas di Katedral sekitar 10 tahun itu kemudian melihat sepeda motor yang ditumpangi dua orang memaksa masuk ke area Gereja. Tubuh kecilnya kemudian menahan kendaraan itu masuk dengan alasan sederhana; ibadah telah selesai, sejumlah anggota jemaat hendak keluar gereja.

“Dan salah satu pemotor itu menggunakan pakaian yang identik dengan umat agama lain. Waktu itu beberapa umat mau keluar, pagar mulai terbuka. Ada yang keluar dan ada yang masuk,” kata Cosmas menceritakan kejadian nahas tersebut kepada sejumlah pejabat nasional hingga daerah yang datang menjenguknya di RS Bhayangkara Makassar, Senin (29/3) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Ia sempat menahan pemotor yang kemudian diketahui pasangan suami istri itu dari jarak sekitar dua meter. Tak dikira, ledakan terjadi.
“Jadi saya tahan. Tiba-tiba meledak, langsung saya bilang ‘Tuhan tolong saya’,” cetusnya.

BACA JUGA:  Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Jaringan Pelaku Bom Gereja Katedral Makasar

Akibat ledakan bom itu, Cosmas mengalami luka bakar di bagian depan badannya meski tidak serius jika dibandingkan kekuatan bom. Sementara, tubuh pelaku bom bunuh diri hancur.

“Puji Tuhan, Cosmas menahan tetapi herannya kenapa bisa hanya luka-luka bakar di badan, padahal dia berdiri tidak sampai 2 meter dari pelaku,” sambung Pastor Joni Payuk CICM Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Makassar.

Atas usahanya menahan dua pemotor itu, ratusan anggota jemaat yang masih berada di dalam maupun di luar gedung Gereja terselamatkan.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, selain dua pelaku bom bunuh diri itu. Meski begitu, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk Cosmas.

Kini, Cosmas yang terkena luka bakar bersama sejumlah korban lainnya dirawat di RS Bhayangkara setelah sebelumnya mendapat tindakan pertama dari RS Stella Maris. Pengobatannya menjadi tanggungan negara.

Pastor Joni menyebut Cosmas, yang saat ini masih terbaring di RS Bhayangkara Makassar, dikenal sebagai sosok yang tak banyak bicara, penuh perhatian, dan selalu sigap mengarahkan kendaraan yang hendak keluar masuk dari Gereja Katedral Makassar guna mencegah kecelakaan dan mengurai kemacetan. “Dia perhatian sekali, jika ada mobil mau keluar, dia jaga agar tidak terjadi kecelakaan,” kata pastor Joni.

BACA JUGA:  Pemprov Bali - BNPB Gelar Pemutakhiran Rekon Gempa dan Tsunami Jelang GPDRR 2022

Sejumlah pejabat pun menjengkuk para korban di RS Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3, mulai dari Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.”Kemarin juga saya ke sini, dan hari ini sudah ada kemajuan. Kita harap semoga cepat pulih,” ucap Danny.

Sebelumnya, bom berkategori high explosive meledak di area depan gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi.

Polisi menyebut pelaku merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*