Ia menepis anggapan bahwa penutupan Suwung mencerminkan kegagalan pemerintah. Justru sebaliknya, langkah ini dinilai sebagai upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang selama ini terlalu bergantung pada TPA.
“Pilihan seperti revitalisasi TPA Bangli adalah opsi sementara. Target utamanya tetap membangun kultur baru dalam pengelolaan sampah,” katanya.
Denpasar Masih Sisakan 57 Persen Sampah
Dalam forum tersebut, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memaparkan bahwa meski berbagai fasilitas telah dibangun—mulai dari teba vertikal, bank sampah, hingga TPS3R desa—masih sekitar 57 persen sampah di Denpasar yang memerlukan penanganan lanjutan.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyoroti mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat Badung dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Namun ia mengakui, upaya ini harus terus diperluas agar beban di hilir dapat ditekan signifikan.
Bangli Minta Kajian dan Sosialisasi
Di sisi lain, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyatakan masih perlu melakukan kajian lanjutan terkait rencana pemanfaatan TPA Landih sebagai lokasi penampungan sementara. Ia menegaskan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari polemik di kemudian hari.









