Selembar kain, segudang makna
Tenun Iban Sadap dikenal kaya motif dan simbol. Setiap pola menyimpan cerita tentang alam, manusia, hingga roh leluhur. Mala menjelaskan, secara umum ada empat jenis tenun Iban, yakni kebat, sungkit, pileh, dan sidan. Di antara semuanya, tenun kebat memiliki posisi istimewa.
“Tenun kebat dengan motif sakral wajib dimiliki. Setiap motif punya nilai tertentu, digunakan untuk kelahiran, suasana sukacita, maupun dukacita,” tuturnya. Motif-motif itu menggambarkan manusia, hewan, serta benda simbolis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Iban.
Seiring waktu, perhatian terhadap tenun Iban Sadap perlahan meningkat. Komunitas penenun pun mulai membuka diri, salah satunya dengan merancang paket tur tenun. Durasi dan kegiatannya fleksibel, dari kunjungan singkat untuk dokumentasi hingga program tinggal lebih lama bagi mereka yang ingin belajar menenun secara utuh.
Mala bercerita tentang seorang mahasiswa dari Kuala Lumpur yang pernah tinggal cukup lama di Sadap. “Ia ingin memahami tenun secara menyeluruh, dari sejarah hingga proses. Pulang bukan hanya membawa kain, tapi juga pengalaman,” ujarnya. Meski demikian, yang paling diharapkan bukanlah ramainya pengunjung, melainkan kesediaan untuk belajar dan menghargai proses panjang di balik setiap helai kain.









