MA Vonis Hartono Cs Bersalah, Lima Terdakwa Dihukum Penjara Bervariasi

Notaris Hartono di kursi pesakitan di PN Gianyar beberapa waktu lalu

DENPASAR, MENITINI.COM Setelah divonis bebas di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, lima terdakwa kasus pemalsuan surat dalam jual beli saham PT Bali Rich Mandiri kini harus menelan pil pahit. Mahkamah Agung (MA) menyatakan kelima terdakwa masing-masing notaris Hartono, Hendro Nugroho Prawira, Suryadi, Asral dan istrinya, Tri Endang Astuti bersalah dan dijatuhi vonis bervariasi.

Dengan putusan MA ini maka perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Dalam salinan putusan MA dengan Ketua Majelis Hakim, Sofyan Sitompul mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gianyar dan membatalkan putusan PT Denpasar yang memvonis bebas kelima terdakwa.

Dalam putusan untuk terdakwa notaris Hartono dengan nomor 534 K/Pid/2020 majelis hakim menyatakan terdakwa Hartono secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun.

BACA JUGA:  Penyidik KPK Sita 90 Dokumen Kontrak Saat Geledah Kantor PUPRPKP Tabanan

Untuk terdakwa Hendro Nugroho Prawira Hartono dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dalam pemalsuan surat dan dijatuhi hukuman 4,5 tahun. Terdakwa lainnya yaitu Suryadi, Asral dan istrinya, Tri Endang Astuti juga dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman sama yaitu 4 tahun penjara.

Kasi Pidum Kejari Gianyar, Bela P Atmaja yang dikonfirmasi membenarkan putusan MA yang menerima kasasi JPU dan membatalkan putusan PT Denpasar yang membebaskan kelima terdakwa. Terkait eksekusi kelima terdakwa, Bela mengatakan tim JPU akan melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan Kejati Bali. “Kalau pun ada upaya hukum dari kelima terdakwa tidak bisa menghalangi eksekusi,” tegas Bela.

Seperti diketahui, notaris Hartono dan empat lainnya dijadikan terdakwa karena melakukan tindak pidana pemalsuan dalam penjualan saham PT Bali Rich Mandiri. Akibat pemalsuan ini, struktur direksi dikuasai oleh keempat terdakwa dan menyebabkan kerugian bagi korban Hartati hingga Rp 38 miliar. poll

BACA JUGA:  Perkara Ekspor CPO, Kejagung Periksa Kabiro Hukum Kemendag

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*