Pasca kejadian tersebut, pemerintah desa mulai menyiapkan langkah penanganan awal. Selain upaya teknis, pihak desa juga berencana melakukan nunas atau meminta petunjuk kepada Sulinggih terkait upacara dan tindakan adat serta keagamaan yang perlu dilaksanakan menyusul terjadinya longsor di area suci tersebut.
Sementara itu, untuk penanganan material longsoran, pihak desa akan menggelar kegiatan gotong royong bersama warga setempat. Pembersihan dijadwalkan berlangsung dalam dua hari ke depan.
“Rencananya akan dilaksanakan dua hari ke depan. Kami berharap proses pembersihan dan penanganan dapat berjalan lancar,” harapnya.*
- Editor: Daton









