JAKARTA,MENITINI.COM – Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan kunjungan kenegaraan ke Republik Korea membuahkan hasil signifikan di sektor ekonomi. Pemerintah mencatat total komitmen kerja sama bisnis dari kedua negara mencapai USD 33,89 miliar atau setara sekitar Rp575 triliun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2026), merinci bahwa Jepang menjadi kontributor terbesar dengan nilai komitmen mencapai USD 23,63 miliar (sekitar Rp401,7 triliun). Sementara itu, komitmen dari Republik Korea tercatat sebesar USD 10,26 miliar atau sekitar Rp174 triliun.
“Total keseluruhan komitmen bisnis yang dihimpun mencapai USD 33,89 miliar atau setara Rp575 triliun,” ujar Teddy.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor-sektor strategis nasional.
Teddy menambahkan, peran aktif Presiden Prabowo dalam berbagai pertemuan dengan pelaku usaha turut menjadi faktor penting dalam tercapainya kesepakatan tersebut. Kepala negara disebut tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga terlibat langsung dalam dialog dan pengambilan keputusan.
“Presiden aktif mendengarkan, merespons cepat, serta memberikan solusi dan arahan langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Hal ini semakin memperkuat kepercayaan investor,” katanya.
Pemerintah, lanjut Teddy, berkomitmen untuk mengawal realisasi seluruh kesepakatan tersebut agar segera berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, investasi tersebut diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (M-003)
- Editor: Daton









