Dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah merembet hingga ke Bali. Sejumlah penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terpaksa dibatalkan pada Sabtu (28/2/2026) malam, menyebabkan ratusan penumpang terdampak.
Pembatalan tersebut didominasi maskapai yang melayani rute menuju Timur Tengah, seperti Etihad Airways, Qatar Airways, dan Emirates.
Ratusan Penumpang Terdampak
Berdasarkan data monitoring di terminal internasional, penerbangan yang dibatalkan antara lain:
- Etihad Airways EY-477 rute Bali–Abu Dhabi dengan total 291 penumpang (termasuk 4 bayi).
- Qatar Airways QR-963 rute Bali–Doha dengan 240 penumpang.
- Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai dengan 509 penumpang (termasuk 5 bayi).
- Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai dengan 349 penumpang (termasuk 3 bayi).
- Qatar Airways QR961 rute Denpasar–Doha dengan 229 penumpang.
Sebagian pembatalan, seperti Emirates EK399 dan Qatar QR961, telah diinformasikan lebih awal melalui pemberitahuan resmi maskapai via email. Namun, sejumlah penumpang lainnya baru mengetahui pembatalan saat berada di bandara.
Mayoritas penumpang yang terdampak merupakan warga negara asing (WNA). Maskapai memberikan opsi pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang penerbangan. Selain itu, beberapa maskapai juga menyiapkan akomodasi hotel bagi penumpang.
Penumpang Emirates diarahkan ke sejumlah hotel di kawasan Kuta dan Denpasar, sementara penumpang Etihad ditempatkan di hotel sekitar Sunset Road. Penumpang Qatar Airways sebagian memilih menunggu di bandara, dan sebagian lainnya mencari akomodasi secara mandiri dengan kompensasi dari maskapai.
Pengamanan Ditingkatkan
Situasi ini membuat aparat dari Polres Kawasan Bandara meningkatkan pengamanan dan patroli di Terminal Internasional. Fokus pengamanan diarahkan pada pelayanan serta pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, menyatakan bahwa pihaknya bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk memastikan kondisi tetap kondusif.
“Hingga saat ini situasi di kawasan bandara tetap aman dan terkendali. Personel terus melakukan monitoring dan memberikan imbauan kamtibmas kepada penumpang,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi global yang berpotensi berdampak pada operasional penerbangan internasional di Bali, guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.









