Konflik Timur Tengah Meluas, 3.197 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai

Sejumlah penumpang internasional tampak menunggu di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (28/2/2026) malam.
Sejumlah penumpang internasional tampak menunggu di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (28/2/2026) malam.

DENPASAR,MENITINI.COM – Dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai dirasakan langsung oleh calon penumpang di Bali. Hingga Senin (2/3/2026) pukul 13.00 Wita, sebanyak 15 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat batal terbang akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah.

Dilansir Kantor Berita Antara, Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan pembatalan tersebut merupakan akumulasi sejak 28 Februari 2026.

“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 Wita, terdapat total 15 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan penerbangan,” ujarnya.

Delapan Keberangkatan dan Tujuh Kedatangan Batal

Dari total 15 penerbangan yang terdampak, delapan di antaranya merupakan jadwal keberangkatan dan tujuh lainnya adalah kedatangan.

BACA JUGA:  Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali

Rute keberangkatan yang batal didominasi penerbangan menuju Abu Dhabi, Dubai, dan Doha. Beberapa maskapai yang terdampak antara lain:

  • Etihad Airways rute Denpasar–Abu Dhabi
  • Emirates rute Denpasar–Dubai
  • Qatar Airways rute Denpasar–Doha

Pembatalan tidak hanya terjadi pada jadwal akhir pekan, tetapi juga berlanjut hingga Minggu malam dan Senin dini hari.

Sementara itu, tujuh penerbangan kedatangan dari Abu Dhabi, Dubai, dan Doha menuju Denpasar juga dibatalkan. Hingga kini, belum ada data resmi terkait jumlah calon penumpang yang terdampak dari sisi kedatangan.

Ribuan Penumpang Tertahan

Berdasarkan data maskapai, sebanyak 3.197 calon penumpang tercatat batal berangkat dari Bandara Bali Selatan tersebut. Jumlah ini berpotensi bertambah apabila situasi ruang udara belum kembali normal.

Meski begitu, manajemen bandara memastikan operasional secara umum tetap berjalan lancar.

Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan ruang udara di kawasan terdampak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama aparat keamanan guna mengantisipasi potensi gangguan di area bandara.

BACA JUGA:  Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Lindungi Sulinggih, Koster: Mereka Penjaga Bali Secara Niskala

Untuk membantu calon penumpang, pihak bandara membuka help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional serta menyediakan layanan informasi melalui nomor kontak 172.

Bandara juga telah menyiapkan skema pengaturan parkir bagi lima pesawat dari tiga maskapai yang terdampak pembatalan.

“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” kata Eka Sandi. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top