logo-menitini

KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Puing pesawat AT 42-500
Puing pesawat AT 42-500. (Foto: Dok Humas TNI AD/am)

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Tim SAR menemukan serpihan pesawat di Gunung Bulusaraung, tepatnya di area perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Lokasi penemuan berada sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Operasi pencarian dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat tanpa awak sejak pukul 06.15 WITA, dilanjutkan penyisiran menggunakan helikopter. Pada pukul 07.46 WITA, tim pertama kali melihat serpihan berupa jendela pesawat. Selang tiga menit kemudian, ditemukan bagian badan pesawat beserta ekornya.

BACA JUGA:  Pria 29 Tahun Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Jalan Cargo Permai Denpasar

Dalam pesawat tersebut tercatat terdapat 10 orang atau Persons on Board (POB), terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Awak pesawat yakni Capt. Andy Dahananto, SIC/FO M. Farhan Gunawan, FOO Hariadi, EOB Restu Adi P, EOB Dwi Murdiono, FA Florencia Lolita, serta FA Esther Aprilita S.

BACA JUGA:  Mobil Dikemudikan WNA Tabrak Pagar Rumah Warga di Tibubeneng

Sementara tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan yang bertugas sebagai analis kapal pengawas, Deden Mulyana selaku pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>