# Kemenpar Catat Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar dari Sales Mission Pune 2026

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi sebesar Rp12,8 miliar atau 721.100 dolar AS melalui Sales Mission Pune 2026 yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, India, Jumat (4/9/2026).
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi sebesar Rp12,8 miliar atau 721.100 dolar AS melalui Sales Mission Pune 2026 yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, India, Jumat (4/9/2026). (Foto: Kemenpar)

PUNE,MENITINI.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi senilai Rp12,8 miliar atau sekitar 721.100 dolar AS melalui kegiatan Sales Mission Pune 2026 di India. Kegiatan yang digelar di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, Jumat (4/9/2026), itu juga berpotensi mendorong kunjungan 1.582 wisatawan India ke Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, Sales Mission Pune 2026 merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Indonesia dalam ajang ITB India 2026 di Mumbai.

Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai sellers dengan agen perjalanan dan tour operator potensial sebagai buyers dari Pune dan wilayah sekitarnya.

“Capaian potensi transaksi lebih dari Rp12,8 miliar ini menunjukkan tingginya minat wisatawan asal Pune untuk berkunjung ke Indonesia,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Ni Made, tingginya minat pasar Pune tidak lepas dari beragamnya produk pariwisata Indonesia yang dinilai sesuai dengan preferensi wisatawan India.

Segmen yang paling banyak diminati para buyers di Pune antara lain wisatawan individu atau Free Independent Traveler (FIT), honeymoon/couples, serta wisata premium atau luxury tourism.

Destinasi yang paling banyak mendapat perhatian yakni Bali, kawasan Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Gili–Lombok.

“Para buyers di Pune menunjukkan antusiasme tinggi pada segmen FIT, honeymoon/couples, dan luxury tourism. Aksesibilitas destinasi yang semakin baik serta keunikan produk pariwisata Nusantara menjadi faktor penting yang menarik minat mereka,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bromo Kembali Dibuka, Menpar Ingatkan Wisatawan Jaga Kelestarian Alam

Pune Jadi Pasar Potensial

Kemenpar memilih Pune sebagai lokasi Sales Mission karena kota tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar wisatawan outbound.

Pune merupakan kota terbesar kedua di Negara Bagian Maharashtra setelah Mumbai. Wilayah metropolitan Pune memiliki populasi lebih dari tujuh juta jiwa dan didukung tingkat pendapatan masyarakat yang relatif tinggi.

Selain itu, Pune berkembang sebagai pusat teknologi informasi, manufaktur, pendidikan, serta perusahaan rintisan (startup). Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pertumbuhan perjalanan wisata ke luar negeri.

Potensi pasar Pune juga didukung oleh kekuatan ekonomi Maharashtra. Negara bagian tersebut tercatat memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di India dengan nilai sekitar 650 miliar dolar AS.

Kondisi ekonomi tersebut membuat Maharashtra memiliki basis wisatawan dengan kemampuan finansial yang kuat untuk melakukan perjalanan internasional.

Pune juga menjadi salah satu kota yang direkomendasikan pelaku industri sebagai lokasi prioritas Sales Mission Kemenpar berikutnya, setelah Bengaluru, Ahmedabad, dan Hyderabad.

Bawa 12 Pelaku Industri Pariwisata Indonesia

Dalam Sales Mission Pune 2026, Kemenpar membawa 12 perusahaan dan pelaku industri pariwisata Indonesia.

Mereka menawarkan beragam produk dan destinasi wisata, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam–Bintan, Borneo, Lombok, hingga berbagai destinasi Beyond Bali.

Pelaku industri yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, seperti destination management company (DMC), hotel, tour operator, dan restoran.

BACA JUGA:  Kemenpar Petakan Ekosistem Wisata Wellness, Bidik Daya Saing Pariwisata Indonesia di Pasar Global

Sebanyak 12 perusahaan tersebut yakni Abindo Holidays DMC, KCBJ Tours, LH Travels, Luxury Bali Tours & Travel DMC, Pacto DMC, Pramana Experience, Tria Uma DMC, Varatrip, Swarga Suites Bali Berawa, Lisa Tours & Travel, The Golden Saffron Indian Cuisine, dan TJTS-Bali.

Melalui Sales Mission Pune 2026, Kemenpar menargetkan perluasan jejaring bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan India.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi semakin banyak produk dan destinasi wisata Indonesia untuk masuk ke dalam katalog perjalanan pelaku industri pariwisata India.

Kemenpar berharap langkah tersebut dapat memperkuat pertumbuhan kunjungan wisatawan India ke Indonesia secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan asosiasi perjalanan, maskapai penerbangan, online travel platform, serta pelaku industri di India agar Wonderful Indonesia semakin menjadi top-of-mind destination bagi wisatawan India,” kata Ni Made. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan
Scroll to Top