Kelangkaan Minyak Tanah di Oransbari, Biogas Diharapkan jadi Solusi

Kelangkaan Minyak Tanah di Oransbari, Biogas Diharapkan jadi Solusi
Kelangkaan Minyak Tanah di Oransbari, Biogas Diharapkan jadi Solusi

“Jika gas yang ditampung di reaktor tidak digunakan, maka gas akan hilang, bukan meledak,” jelas Ayu Nur Lestari, terkait risiko keamanan operasional reaktor biogas.

Aspek keamanan jelas menjadi salah satu komponen penting dalam pemanfaatan teknologi ini.

Di sisi lain, tim yang diketuai oleh Dr. Ir. Arief Abdurrakhman, S.T., M.T. juga ingin mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan setiap komponen yang dihasilkan pada setiap prosesnya menjadi produk bernilai guna.

Pengembangan biogas di Oransbari turut mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui penyediaan alternatif energi terbarukan, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi energi dan pupuk, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.

BACA JUGA:  Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026

Lengkapnya, Tim 8 Ekspedisi Patriot ITS ini dijalankan oleh sejumlah ahli dari berbagai latar belakang. Di antaranya adalah Ayu Nur Lestari, S.Tr.T., M.T., Febriyati, S.Tr.T., Moch. Fauzan Surya Earlyansyah, S.Si., Lalu Muhammad Sapriandi, S.P., serta Jinan Elvaretta Aqilah Setyabudi, S.Tr.T

Dengan memanfaatkan potensi sapi dan limbah peternakan yang tersedia, biogas diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap minyak tanah sekaligus memberikan nilai tambah dari limbah. Program ini menjadi salah satu upaya Tim 8 Ekspedisi Patriot ITS untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal menuju kemandirian energi masyarakat Oransbari. *

Halaman 2 dari 3
Scroll to Top