Kebijakan Ekonomi Makro 2023, Dorong Pemulihan dari Sumber Non-APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait hasil sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 16 Februari 2022. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA,MENITINI.COM – Pemerintah akan menyusun anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2023 dengan sangat hati-hati dengan tetap memperhatikan ancaman pandemi serta tantangan-tantangan baru seperti inflasi global. Untuk itu, kebijakan ekonomi makro tahun 2023 akan mendorong pemulihan yang berasal dari sumber-sumber pertumbuhan yang tidak hanya tergantung pada APBN.

BACA JUGA:  Pemerintah Tambah Kepemilikan Saham Freeport Jadi 63 Persen, Targetkan Penerimaan Negara Lebih Besar

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangannya seperti yang dikutip dari laman Biro Pers, Media, Dan Informasi Sekretariat Presiden, APBN tetap akan suportif, namun sekarang peranan dari non-APBN menjadi penting. “Tadi konsumsi investasi ekspor seperti yang disampaikan oleh Pak Menko (Perekonomian) di mana kenaikannya cukup tinggi dan juga yang berasal dari institusi keuangan seperti perbankan,” ujar Menteri Keuangan.

BACA JUGA:  Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Percepat Konversi 120 Juta Motor Jadi Listrik
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top