Kabar Baik, Disinfektan Rumah Tangga Ampuh untuk Cacar Monyet!

Disinfektan rumah tangga untuk pencegahan cacar monyet - pexels
Disinfektan rumah tangga untuk pencegahan cacar monyet - pexels

DENPASAR, MENITINI.COM – Wabah cacar monyet semakin menjadi. Selain penyebaran yang cepat, virus ini dapat bertahan beberapa waktu pada permukaan yang bersentuhan langsung dengan pasien. Pada pakaian, permukaan benda, dan linen dapat hidup hingga berminggu-minggu. Dari sini kita berpikir, apakah disinfektan rumah tangga dapat membantu membunuh dan mencegah penularan virus ini? Simak beberapa fakta berikut!

Air Panas dan Deterjen Ampuh untuk Virus pada Linen dan Pakaian

Campuran air panas dan deterjen merupakan hal sederhana yang ampuh membunuh virus cacar monyet pada permukaan linen dan pakaian. Suhu panas ternyata tidak ramah bagi virus dan mampu melemahkan aktivitasnya. Virus monkeypox dapat bertahan hidup di permukaan selama 15 hari atau lebih, terutama di lingkungan yang gelap, sejuk, dan kering, menurut sebuah studi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Brian Mangum, MD, PhD, seorang ahli epidemiologi di University of Health Sciences Antigua, mengatakan pentingnya mendisinfeksi dengan benar barang atau permukaan apa pun yang mungkin bersentuhan dengannya. Selalu kenakan sarung tangan dan cuci tangan Anda dengan benar sebelum dan sesudah menangani barang-barang yang terkontaminasi.
Utamakan bahan berpori, seperti tempat tidur dan pakaian karena dapat menampung virus untuk jangka waktu yang lebih lama daripada permukaan yang tidak berpori.

BACA JUGA:  New York City Nyatakan Cacar Monyet Darurat Desehatan

Cara Membersihkan Permukaan dengan Disinfektan

Cacar monyet dapat bertahan pada permukaan untuk waktu yang lama karena memiliki lapisan pelindung sesperti amplop. Meski memiliki selubung luar, virus tersebut sensitif terhadap disinfektan rumah tangga biasa. Saat membersihkan peralatan rumah tangga yang berkontak langsung, jangan lupa untuk menggunakan alat pelindung diri yang tepat. Lebih disarankan dengan perlengkapan yang sekali pakai beserta pelindung mata dan masker.

Shanina Knighton, PhD, RN, mengatakan bahwa meskipun disinfektan rumah tangga dapat membunuh virus cacar monyet, penting untuk mengikuti petunjuk untuk setiap produk tertentu dengan cermat dan akurat. Cermati tulisan dan panduan yang ada pada kemasan. Beberapa produk disinfektan membutuhkan waktu tertentu untuk bekerja dengan maksimal. Umumnya biarkan menempel selama 30-60 detik sebelum bilas. Jangan lupa untuk memastikan bahan disinfektan tidak mengandung materi korosif atau abrasif sehingga tidak merusak permukaan benda dan mengiritasi kulit Anda.

BACA JUGA:  Dewan Minta Pemerintah Segera Cari Vaksin Cacat Monyet

Cara Membersihkan Pakaian dan Linen yang Terkontaminasi

Dalam hal mencuci sprei, pakaian, dan handuk, membersihkan barang-barang di mesin cuci dengan air panas dan deterjen biasa sudah cukup. Mencuci manual dengan tangan kurang disarankan demi menurunkan resiko penularan. Penting untuk merendam sebentar, dan membiarkan semua linen dan pakaian melalui siklus pencucian hingga lengkap. Bilas dan keringkan pada ruangan terbuka dengan cahaya matahari yang cukup. Jangan lupa pisahkan dengan cucian biasa yang tidak terkontaminasi.

Siapapun yang menangani linen yang terkontaminasi juga harus berhati-hati untuk mencegah penularan, termasuk mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan untuk menangani barang-barang yang kotor. Letakkan pakaian langsung ke dalam mesin, tutup dengan baik dan lakukan pengaturan mesin cuci dengan mode standar. Jika menggunakan sarung tangan, lepaskan dan buang pada plastik sampah khusus. Kemudian cucilah tangan Anda dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah kontaminasi silang.

BACA JUGA:  Positif Covid-19 di Bali Meningkat, Dewa Indra : Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Apakah Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Cukup?

Mencuci tangan dengan sabun dan air seharusnya cukup untuk membunuh virus cacar monyet. Jika melakukan prosedur cuci tangan standar yang baik dan benar, hal ini masih cukup optimal sebagai upaya pencegahan. Walaupun saat ini banyak pembersih tangan beralkohol tanpa bilas, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun masih lebih disarankan. Penggunaan pembersih tangan hanya disarankan ketika Anda sulit mendapat akses air bersih dan sabun. Jangan lupa untuk cek kadar alkohol dalam pembersih tangan yang Anda pakai. Setidaknya harus ada kandungan alkohol kadar 60% untuk mendapat fungsi disinfektan yang optimal. Meski berfungsi untuk memudahkan, sangat penting untuk memastikan Anda mencuci tangan secara menyeluruh termasuk buku jari, punggung tangan dan bawah kuku. Saran tambahan untuk para wanita, sebaiknya tunda dulu untuk memanjangkan kuku sehingga meminimalkan sisa kotoran maupun kemungkinan virus yang terselip di antara kuku Anda. (M-010)