Jelang Jembrana Emas Tahun 2026, Bupati Targetkan 7 Juta Wisatawan Masuk Jembrana

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. (Foto: Menitini/M-011)
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. (Foto: Menitini/M-011)

DENPASAR, MENITINI.COM-Bupati Jembrana Bali, I Nengah Tamba mengatakan, saat ini dirinya bersama seluruh stakeholder terkait sedang mempersiapkan dengan sungguh-sungguh memasuki era Jembrana Emas di tahun 2026 nanti.

Hal ini disampaikan Bupati Tamba saat hadir di hadapan puluhan wartawan dalam acara Natal dan Tahun Bersama PENA NTT Bali di Denpasar beberapa waktu lalu.  Ia mengatakan, saat ini kunci utama keberhasilan kabupaten paling barat Pulau Bali tersebut adalah jalan tol yang menghubungkan Denpasar dan Jembrana. Proses pembangunan jalan tol itu sudah dimulai.

Namun keberlanjutan dan finalisasi belum diketahui. Ia mengatakan, bila jalan tol gagal maka pihaknya akan menggarap bandara yang ada di Banyuwangi yang lokasinya bersebelahan dengan Jembrana, atau hanya menyeberang selama 30 menit.

BACA JUGA:  Penduduk Miskin di Bali Meningkat 211,46 Ribu Orang

“Saya hari ini dalam rangka “menjual Jembrana”. Kunci perubahan Jembrana itu hanya ada di jalan tol. Kalau jalan tol itu ada, Jembrana sudah pasti beda. Tetapi ada plan A dan plan B. Kalau plan A saya mengandalkan tol dan plan B saya mengandalkan Bandara Banyuwangi. Kalau gagal jalan tol, mau tidak mau harus kerja sama dengan Banyuwangi. Jadi, wisatawan yang kami tangkap itu nanti mungkin dua hari di Banyuwangi, dua hari di Jembrana. Mungkin satu hari dia di Denpasar langsung balik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Ini yang kami rancang. Tetapi kamu hari ini tetap berdoa optimis jalan tol itu harus terjadi,” ujarnya.

Saat ini dirinya masih bergelut di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Jembrana memang mampu mengandalkan dua potensi itu. Kemarin virus COVID-19, malah penurunannya tidak terlalu tajam seperti sektor pariwisata. Pertanian dan perikanan selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jembrana. Namun bila tol sudah jadi, ditambah kerja sama dengan Bandara Banyuwangi, maka Jembrana Emas di tahun 2026 akan terwujud.

BACA JUGA:  Akhir Pekan, Penyeberangan Sanur Dipadati Wisatawan

“Sebagai bupati saya mempunyai semacam  mimpi 2026 Jembrana emas. Kalau saja tol terwujud pada  tahun 2025, maka saya berpikir kunjungan wisata ke Jembrana bisa mencapai 4 juta pertahun untuk Wisman, kemudian ditambah Wisdom minimal 3 juta pertahun. Maka Jembrana akan memiliki 7 juta pertahun wisatawan,” ujarnya. Saat ini seluruh konsep pembangunan terintegrasi ke tujuan Jembrana Emas Tahun 2026. Beberapa yang sudah dipersiapkan adala mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang ada.

“Kami sekarang merancang ke sana, mempersiapkan sumber daya yang ada, kemudian juga wisatawan yang hadir itu tentu dia untuk makan, untuk minum. Makannya harus beras Jembrana, daging Jembrana, sayur Jembrana, buah Jembrana dan tenaga kerja yang melayani Jembrana. Saya sebut itu adalah Jembrana emas. Kalau itu terjadi, Jembrana yang saat ini memiliki masyarakat 327 ribu jiwa dan dengan kehadiran 6 sampai 7 juta wisatawan semua masyarakat Jembrana akan bisa menikmatinya dengan sangat bahagia,” ujarnya. Sebab mereka akan menjual sayurnya, berasnya, ikannya, tenun ikatnya, jasa pariwisata lainnya serta UMKM Jembrana akan bisa hidup. Disinilah era Jembrana Emas Tahun 2026. (M-006)

BACA JUGA:  Bandara Ngurah Rai Lepas Penumpang Terakhir Tahun 2022 dan Terima Penumpang Pertama Tahun 2023

Editor: UIA