Pimpinan Wajib Jadi Teladan
Tanggung jawab keberhasilan pembangunan Zona Integritas, lanjut Jamdatun, berada di pundak para pimpinan. Mulai dari Sekretaris JAM DATUN, para Direktur, Koordinator, hingga pejabat struktural lainnya diminta menjadi role model integritas.
Mereka juga diinstruksikan melakukan evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan, mengoreksi kekurangan, serta menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara cepat, objektif, dan transparan.
Penguatan sistem pengawasan internal turut menjadi fokus utama. Seluruh proses kerja harus terdokumentasi dengan baik, dapat diaudit, serta didukung sistem pengendalian intern yang efektif. Hal ini untuk memastikan setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
Ujian Profesionalisme Jajaran JAM DATUN
Menutup arahannya, Jamdatun menyebut pembangunan WBBM sebagai ujian nyata profesionalisme jajaran JAM DATUN dalam menjaga marwah institusi serta meningkatkan kepercayaan publik.
Ia memerintahkan seluruh unit kerja segera mengeksekusi rencana aksi konkret dan melaporkan progres capaian secara objektif. Evaluasi langsung akan dilakukan terhadap perkembangan di masing-masing unit.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar mengejar predikat, tetapi membangun budaya kerja bersih dan melayani secara permanen demi penguatan institusi Kejaksaan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Apel pencanangan ini menjadi langkah strategis JAM DATUN dalam memperkuat reformasi birokrasi dan memastikan pelayanan hukum kepada masyarakat berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. (M-011)
- Editor: Daton









