Indonesia Dinilai Perlu Tambah Kapal Selam, Pengadaan Stopgap Diusulkan

Talkshow Ngopi de’Talkshow Episode 4 Marapi Consulting & Advisory. (Foto: istimewa)

JAKARTA,MENITINI.COM – Kebutuhan modernisasi armada kapal selam dinilai semakin mendesak di tengah meningkatnya dinamika keamanan kawasan. Indonesia disebut perlu menyiapkan langkah transisi untuk menutup kesenjangan kemampuan operasional sebelum armada kapal selam baru dapat beroperasi penuh.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Ngobrolin Pertahanan Indonesia (Ngopi) de’Talkshow Episode ke-4” yang digelar Marapi Consulting & Advisory di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Diskusi mengangkat tema “Masa Depan Pertahanan Indonesia: Sudah Sejauhmana Kita Siap?”.

Diskusi menghadirkan Laksda TNI (Purn) Iwan Isnurwanto, mantan Asrena Kasal yang memiliki pengalaman panjang di satuan kapal selam, Dr. Ir. Yono Reksoprodjo dari KKIP, serta konsultan Marapi Consulting & Advisory Alman Helvas Ali.

BACA JUGA:  Kemnaker Mulai MagangHub Batch 2, Sebanyak 40.962 Peserta Siap Mengikuti Pemagangan

Iwan mengatakan kapal selam memiliki nilai strategis karena mampu memberikan efek penangkalan sekaligus kemampuan sea denial. Menurut dia, keberadaan kapal selam yang tidak mudah dideteksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan wilayah laut.

“Kapal selam itu mempunyai strategic deterrence karena tidak diketahui di mana keberadaannya, berapa yang mampu beroperasi dan kapan menyerangnya,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini mengoperasikan empat kapal selam, yakni satu unit Tipe 209 KRI Cakra 401 dan tiga unit Nagapasa-class. Kondisi armada tersebut menghadapi tantangan berbeda, mulai dari usia material hingga persoalan teknis dan kematangan desain.

BACA JUGA:  Prabowo Dorong Model Pendidikan dan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Menurut Iwan, kesiapan kapal selam tidak hanya ditentukan oleh jumlah unit. Aspek operational availability, siklus pemeliharaan, rotasi awak, regenerasi personel, hingga penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar armada dapat menjalankan operasi secara berkelanjutan.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top