Sementara itu, PM Australia Anthony Albanese menyebut penandatanganan traktat tersebut merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November 2025. Ia menegaskan, perjanjian ini dibangun di atas fondasi kerja sama pertahanan yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.
“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah kemitraan strategis komprehensif,” kata Albanese.
Albanese menilai penandatanganan traktat ini sebagai momen bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Australia, sekaligus pengakuan bahwa upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan paling efektif dilakukan melalui kerja sama bersama.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perjanjian ini menjadi perluasan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang telah ada. Sejumlah inisiatif baru pun disepakati, termasuk penawaran pembentukan posisi bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia.
Selain itu, kedua negara juga sepakat mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama serta memperluas pertukaran pendidikan militer guna memperkuat hubungan dan pemahaman antar generasi pemimpin militer di masa depan.*
- Editor: Daton









